Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ungaran

Protes Jalan Rusak, Warga Wringinputih Bergas Pasang Batu dan Pohon Pisang

Sepanjang hampir satu kilometer, batu pondasi menumpuk di sejumlah titik badan jalan dengan batang pohon pisang tertancap di atasnya.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN 
DIPASANG BATU - Jalan raya di Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang dipasang batu sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jalan sekaligus meminimalisir kerusakan yang lebih parah, Kamis (11/6/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemandangan tak biasa terlihat di Jalan Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Sepanjang hampir satu kilometer, batu pondasi menumpuk di sejumlah titik badan jalan dengan batang pohon pisang tertancap di atasnya sebagai penanda. Kondisi jalan di sejumlah titik nampak berlubang. Di tengah kondisi tersebut, truk-truk pengangkut hasil tambang masih hilir mudik melintas. 

Saat truk-truk bermuatan besar melintas, kendaraan lain terpaksa mengurangi kecepatan dan bergantian lewat. 

Ketua RT 5 RW 1 Wringinputih, Winarto (42) mengatakan, pemasangan batu di badan jalan merupakan inisiatif warga yang sudah lama resah dengan kondisi jalan rusak dan debu yang ditimbulkan kendaraan berat.

Batu-batu yang ditempatkan di badan jalan tersebut dipasang secara swadaya oleh warga sekitar. Langkah itu kesepakatan bersama warga Wringinputih yang selama ini terdampak kondisi jalan tersebut. Ada 20 RT di Wringinputih yang telah sepakat memasang batu sebagai bentuk protes. Sementara, ada lima RT di jalur tersebut yakni RT 01, RT 02, RT 04, RT 05, dan RT 07.

"Kalau yang berada di pinggir jalan ada lima RT. Mereka yang merasakan langsung dampaknya karena setiap hari harus menghadapi debu, jalan rusak, dan lalu lalang truk besar," katanya, Kamis (11/6/2026).

Winarto menuturkan, kerusakan jalan diduga dipicu tingginya intensitas truk pengangkut material tambang yang melintas setiap hari dengan muatan penuh. Kondisi tersebut, kata dia, telah berlangsung hampir dua tahun terakhir.

"Truknya lalu lalang nggak terhitung. Itu truk besar-besar bawa material," ungkapnya.

Tak hanya mengganggu kenyamanan warga, jalan rusak tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah kecelakaan, mulai dari pengendara terjatuh hingga senggolan kendaraan, disebut kerap terjadi di ruas jalan tersebut.

"Sebelum ada batu-batu ini, kecelakaan sering terjadi. Kalau hujan lebih berbahaya karena lubang tertutup air dan jalan menjadi licin," ungkapnya.

Ia berharap perbaikan jalan dapat segera terealisasi. Warga menginginkan jalan yang layak dan aman dilalui setelah hampir dua tahun terdampak kerusakan akibat lalu lalang kendaraan berat.

Pengendara jalan asal Gondoriyo, Karminto (40) mengatakan, selalu melintasi jalan tersebut untuk berangkat dan pulang kerja. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dan berdebu sangat mengganggu aktivitas warga.

"Mengganggu sekali. Kalau lewat pasti kena debu, tidak nyaman," ujarnya.

Karminto mengaku pernah menyaksikan kecelakaan di lokasi tersebut. Bahkan dirinya juga pernah menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak.

"Saya pernah melihat orang terlindas di sini. Saya sendiri juga pernah jatuh karena jalannya rusak," katanya.

Ia berharap, kendaraan bertonase besar tidak lagi melintas di jalan kampung tersebut. Sebab, selain memperparah kerusakan jalan, keberadaan truk-truk besar membuat perjalanan warga menjadi lebih lama karena harus bergantian melintas.

"Ini jalan kampung, jalan kecil. Harapan kami truk-truk besar jangan lewat sini lagi. Kalau ada truk lewat, kendaraan lain harus menunggu. Selain berbahaya, perjalanan juga jadi lebih lama," terangnya.(eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved