Berita Jateng
Terungkap Ternyata MBG Kurang Serap Telur dan Ayam Peternak di Jateng
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah Taj Yasin mengumpulkan seluruh kepala satgas dari 35
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah Taj Yasin mengumpulkan seluruh kepala satgas dari 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk membahas serapan telur dan daging ayam pada program MBG.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan pula dari Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang dan KPPG Sleman.
Dalam pertemuan itu terungkap, ternyata serapan daging ayam dan telur pada program MBG belum berjalan baik.
"Iya belum terserap dengan baik (telur dan ayam) dengan adanya SPPG yang ada di jawa Tengah," kata Taj Yasin selepas rapat koordinasi di Gedung B, Pemprov Jateng, Kota Semarang, Jumat (12/6/2026).
Jumlah SPPG di Jateng sebanyak 4.060 titik. jumlah kebutuhan telur ini per minggu yaitu di angka 720 ton.
Sementara daging ayam mencapai 7,2 ton per hari dan per minggunya bisa mencapai mencapai 1.452 ton.
Menurut Yasin, rapat ini untuk memastikan peternak bisa merasakan adanya program MBG sehingga program ini harapannya bisa mendongkrak ekonomi lokal.
Agar tujuan itu tercapai, kini pihaknya sedang menyiapkan skema kesepakatan bersama antara asosiasi peternak dengan SPPG.
Baca juga: Habib Cabul di Susukan Kab Semarang Ternyata Cuma Numpang Tinggal di Ponpes: Bukan Pengasuh
"Kami ingin ada kesepakatan itu agar SPPG ini menyerap kebutuhan bahan pokok dari jawa tengah khususnya telur, ayam dan ikan," terangnya.
Kesepakatan itu didorong karena ada aduan bahwa sppg di Jateng justru mengambil bahan baku dari luar Jateng.
Taj Yasin menyebut, temuan itu harus menjadi bahan evaluasi lalu harus memastikan agar sppg mengambil suplier lokal.
"Misal sppg Banjarnegara ngambil bahan baku telur atau sayur itu juga barus dari Banjarnegara," terangnya.
Namun, Yasin tidak membatasi suplai itu perkabupaten/kota tetapi bisa antar daerah di Jateng. Artinya, semisal di satu kota tidak ada supliernya bisa mengambil dari daerah lain tapi masih wilayah Jateng.
"Kami kesepakatannya adalah mengambil dari jawa tengah, per provinsi," terangnya.
Sementara Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah Reza Mahendra mengatakan, pelru ada kesepakatan antara SPPG dengan Kasatgas Percepatan MBG Jawa Tengah agar program MBG bisa menyerap bahan baku lokal terlebih dahulu.
Tujuannya agar bahan baku lokal ini tidak lari ke provinsi lain.
"Dengan kesepakatan itu, ia berharap, suplier lokal bisa merasakan dampak MBG," jelasnya. (Iwn)
| Dialog Parlemen dan Dewan Mengajar di SMKN 7 Semarang, Yudi: Menempa Mental Kritis Pelajar |
|
|---|
| Ratusan SPPG di Wilayah KPPG Semarang Ditutup, karena IPAL Jelek hingga Menu Tak Sesuai Standar |
|
|---|
| Ketua DPRD Jateng Sumanto Kaget Namanya Terseret Dugaan Korupsi MBG, Sebut Tak Kenal Sony Sanjaya |
|
|---|
| Diisukan Ikut Main Proyek SPPG, Sumanto: MBG Sepenuhnya Kewenangan Pusat! |
|
|---|
| Pemprov Jateng Upayakan Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Tuntas 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260613_taj-yasin.jpg)