Dampak Harga BBM Naik
Massa HMI Berorasi di Tugu Muda, Soroti Program MBG dan Kondisi Ekonomi Nasional
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi dan konvoi di Kota Semarang, Senin (15/6/2026).
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi dan konvoi di Kota Semarang, Senin (15/6/2026).
Massa HMI sekira 300 orang sempat berorasi di kawasan Tugu Muda sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi nasional serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan.
Baca juga: Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Saizu Raih Juara 3 Poster Digital Islami Tingkat Jateng
Baca juga: Plt Bupati Sukirman: Kemanusiaan Jadi Fondasi Utama Pembangunan di Pekalongan
Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Muhammad Nabil Mualif, mengatakan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini menjadi sinyal adanya gejolak lain yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Menurutnya, organisasi mahasiswa perlu menyuarakan persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya sektor ekonomi.
"Pada hari ini kita melihat terjadi gejolak ekonomi yang akan menjadi petanda gejolak-gejolak selanjutnya. Karena itu yang perlu didengar masyarakat Kota Semarang adalah persoalan-persoalan ekonomi," ujarnya saat berorasi.
Nabil menegaskan aksi yang dilakukan bukan untuk kepentingan individu maupun kelompok tertentu, melainkan bentuk kepedulian terhadap penggunaan anggaran negara.
Ia menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai belum berjalan optimal, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, secara konsep program tersebut memiliki tujuan yang baik, namun pelaksanaannya perlu dievaluasi agar lebih efektif dan tepat sasaran.
"Secara prinsip program ini bagus, tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak yang dinilai tidak efisien dan tidak efektif sehingga menimbulkan kerugian bagi penerima manfaat maupun masyarakat," katanya.
Selain itu, massa aksi juga menyinggung sejumlah kasus dugaan korupsi yang belakangan menjadi sorotan publik.
Nabil menilai berbagai persoalan tersebut harus menjadi perhatian pemerintah agar tidak mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program-program yang dijalankan negara.
Ia mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah.
Menurutnya, aksi di ruang publik dilakukan agar aspirasi mahasiswa dapat didengar lebih luas oleh masyarakat.
"Kalau hanya menyampaikan di tingkat tertentu, bisa saja tidak didengar. Karena itu kami berharap keresahan dan persoalan yang kami rasakan bisa diketahui masyarakat luas," ujarnya.
| Lonjakan Konsumsi Pertalite di Batang Jadi Sinyal Perubahan Perilaku Pascakenaikan Pertamax |
|
|---|
| LIVE STREAMING Demo Mahasiswa Jakarta Suarakan Gerakan Reformasi Jilid 2, Jadi Sorotan Media Asing |
|
|---|
| "Tulit, Tulit, Tulit" Bunyi Protes Hadmono, Tukang Cilok di Tengah Aksi Kamisan Semarang |
|
|---|
| Ketua DPRD Cilacap Taufik Sebut Kenaikan BBM Non-Subsidi Sulit Dihindari |
|
|---|
| Driver Ojol Batang Menjerit, Kenaikan Harga Pertamax dan Dolar Tekan Pendapatan dan Daya Beli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260615_ORASI-Massa-mahasiswa.jpg)