Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bukan Karena Joget Saja, BGN Ungkap Alasan Lain Tutup SPPG Hendrik Irawan

Sosok Hendrik Irawan masih menjadi sorotan. Dia adalah pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cimahi, Jawa Barat

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Istimewa/Kolase/Tiktok Hendrik Irawan
SOSOK HENDRIK IRAWAN - Nama Hendrik Irawan belakangan menjadi sorotan publik setelah video dirinya terkait insentif Rp6 juta dalam program MBG viral di media sosial.  

TRIBUNJATENG.COM -Sosok Hendrik Irawan masih menjadi sorotan. Dia adalah pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cimahi, Jawa Barat.  

Hendrik viral karena joget-joget dan mngatakan memiliki penghasilan Rp 6 juta perhari dari MBG.

Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengambil kebijakan tegas menutup atau menjatuhkan suspend ke SPPG milik Hendrik Irawan .

Fakta terbaru, hukuman diberikan bukan hanya karena aksi jogetnya.

Baca juga: SPPG MIliknya Kena Suspend BGN Buntut Joget-joget, Hendrik Irawan Buat Video Klarifikasi

SUSPEND - Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkap alasan sebenarnya menutup SPPG milik Hendrik Irawan. 
SUSPEND - Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkap alasan sebenarnya menutup SPPG milik Hendrik Irawan.  (TRIBUN JATENG/Kolase Tribunnews dan instagram)

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkap alasan penutupan operasional SPPG milik Hendrik. 

Menurutnya, setelah dicek dapurnya, ternyata layout-nya salah.

"Dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend," imbuh Nanik.

Nanik juga menyoroti Hendrik yang berjoget di dalam SPPG tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).

Dia heran kenapa Hendrik bisa overacting sampai berjoget-joget seperti itu.

"Mengapa harus overacting seperti itu?" ujar dia.

Nanik memastikan Hendrik sudah ditemui oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN, dan ditegur keras.

"Sudah ditegur keras. Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian," tegasnya. 

Nanik menegaskan SPPG bukanlah bisnis.

Ia pun meminta agar semua mitra BGN tidak melakukan aksi aneh seperti Hendrik.

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," ujar Nanik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved