Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kisah Pilu Dadang, Meninggal di Hari Pernikahan Putrinya karena Dianiaya Para Pemuda

Kasi Humas Polres Purwakarta, menjelaskan kasus meninggalnya tuan rumah hajatan di Campaka berawal dari adanya keributan

Penulis: Msi | Editor: muslimah
INSTAGRAM
AYAH PENGANTIN TEWAS - Dadang (58), warga Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan oleh sekelompok pemuda saat hajatan menikahkan putrinya, Sabtu (4/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Guna mengungkap kasus ini, Satreskrim Polres Purwakarta sudah melakukan olah TKP di lokasi.
  • Sejumlah saksi juga diperiksa
  • Di TKP, polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia. 

TRIBUNJATENG.COM - Kisah pilu terjadi di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta

Dadang (58), seorang ayah meninggal dunia di hari pernikahan putrinya, Sabtu (4/4/2026). 

Tak ayal, saat bahagia itu justru berubah menjadi duka yang sangat mendalam. Kerabat bahkan sampai pingsan saat pemakaman Dadang.

Bagaimana tidak, Dadang dilaporkan meninggal karena mengalami penganiayaan oleh sekelompok pemuda.

Menurut kesaksian keluarga, para pemuda tersebut menganiaya Dadang saat meminta uang untuk membeli minuman keras.

Baca juga: Geramnya Jusuf Kalla, Hari Ini akan Laporkan Rismon Sianipar Soal Disebut Beri Roy Suryo Rp 5 Miliar

Baca juga: Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis Bolehkah Digabung? Simak Penjelasan dan Niatnya

Menindaklanjuti kasus tersebut, Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang melihat peristiwa memilukan tersebut. 

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menjelaskan kasus meninggalnya tuan rumah hajatan di Campaka berawal dari adanya keributan dari sekelompok pemuda. 

"Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di TKP, peristiwa tersebut berawal dari adanya keributan sejumlah pemuda di lokasi hajatan korban," kata AKP Enjang, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/4/2026) siang. 

Menurutnya, dalam peristiwa keributan sejumlah pemuda tersebut, terjadi pemukulan yang menimpa Dadang, tuan rumah hajatan. 

"Diduga korban mengalami pemukulan dalam keributan tersebut hingga akhirnya korban tak sadarkan diri, yang akhirnya meninggal dunia," ungkapnya. 

Saat ini, pihak Satreskrim Polres Purwakarta sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus keributan di hajatan pernikahan yang menyebabkan pemilik hajatan meninggal dunia. 

"Hasil pemeriksaan sementara, diduga pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih kami buru, mudah-mudahan secepatnya bisa kami amankan," tandasnya. 

Hasil Olah TKP 

Guna mengungkap kasus ini, Satreskrim Polres Purwakarta sudah melakukan olah TKP di lokasi hajatan dan telah memeriksa sejumlah saksi. 

Di TKP, polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia. 

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved