Jepara
"Semua Harus Dialiri" Bupati Jepara Komitmen Perbaiki Layanan Air Bersih
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk memperbaiki layanan air bersih di Kabupaten Jepara.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan komitmennya untuk memperbaiki layanan air bersih di Kabupaten Jepara.
Ia meminta manajemen baru Perumda Air Minum Tirta Jungporo bergerak cepat, memastikan seluruh pelanggan mendapatkan aliran air secara merata tanpa terkecuali.
“Kami tidak jual angin, tapi jual air. Semua pelanggan yang sudah terpasang harus dialiri."
Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Area Hutan Cepogo Jepara, Diduga Warga yang Hilang Empat Bulan Lalu
Baca juga: Investasi Spanyol, Pemkab Jepara Siapkan Pembangunan Pelabuhan di Desa Balong
"Saya targetkan dalam waktu satu tahun kepemimpinan baru ini, Tirta Jungporo harus bersih dari komplain,” ucap Bupati Witiarso usai melantik Direktur Utama baru Tirta Jungporo, Lukman Khakim, Senin (6/10/2025).
Bupati menyoroti persoalan pelayanan air bersih di sejumlah wilayah, terutama Desa Kedungmalang, yang selama 12 tahun terakhir masih mengandalkan dropping air bersih dari tangki.
Kondisi itu, kata dia, harus segera diakhiri.
“Di Kedungmalang ada 240 sambungan rumah (SR) yang sudah lama mati.
Saya minta pada 1 November nanti semuanya harus hidup kembali, dan itu tidak boleh mengurangi kualitas air pelanggan lain,” tegasnya.
Menurut Witiarso, jika 240 sambungan di Kedungmalang bisa berfungsi kembali, maka seluruh wilayah tersebut dapat dialiri air tanpa henti.
“Sudah tidak boleh ada lagi dropping air di Kedungmalang pada musim kemarau mendatang,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Dirut Tirta Jungporo Jepara, Lukman Khakim, menyatakan siap menindaklanjuti instruksi Bupati dengan langkah konkret di lapangan.
Ia menilai persoalan selama ini bukan hanya pada produksi air, tetapi juga lemahnya pengawasan dan pendataan pelanggan.
“Selama ini laporan dari lapangan sering tidak maksimal. Kami akan lebih sering turun langsung ke lapangan, memastikan pencatatan meteran dan distribusi air berjalan sesuai SOP,” kata Lukman.
Ia menjelaskan, evaluasi akan dimulai dari penguatan internal, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan air baku, proses produksi, distribusi, hingga pelayanan pelanggan.
Menurutnya, jika semua aspek dikelola dengan benar, target zero komplain dalam setahun bisa tercapai.
| UMKM dan IKM Jepara Diproyeksikan Sebagai Solusi Persoalan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Pembangunan Sekolah Rakyat di Jepara Ditarget Rampung Empat Bulan Lagi |
|
|---|
| Fasilitas Daycare di Tempat Kerja Ditarget Hadir Tahun Ini di Jepara |
|
|---|
| Suwarsono Dapat Gerobak Baru Tanpa Harus Memperbaiki Gerobaknya yang Rusak |
|
|---|
| Dapur Umum Kebencanaan Didirikan di Damarwulan Menyusul Terjadinya Bencana di Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251006_Bupati-Jepara-1.jpg)