Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Museum Kartini Jepara Diproyeksikan Jadi Pusat Studi Perempuan Indonesia

Kabupaten Jepara tengah merajut kembali benang sejarah perjuangan perempuan lewat pembacaan ulang sosok Roekmini

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
SEMINAR - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, sejarawan Dr Peter Carey, penulis Melissa Sunjaya, serta pemerhati budaya Prof Dr Alamsyah Saat mengikuti Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku “Roekmini: Kisah yang Terlupakan” di Pendopo R.A. Kartini. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Kabupaten Jepara tengah merajut kembali benang sejarah perjuangan perempuan lewat pembacaan ulang sosok Roekmini, adik R A Kartini yang selama ini kerap terlewat dari ingatan publik.


Semangat itu mengemuka dalam Seminar Kebangsaan dan Bedah Buku “Roekmini: Kisah yang Terlupakan” di Pendopo R.A. Kartini.


Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan langkah besar, Museum Kartini akan dikembangkan menjadi pusat studi perempuan Indonesia, ruang riset yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga menghidupkan kembali gagasan dan jaringan intelektual Kartini bersaudara.


Acara yang menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, sejarawan Dr Peter Carey, penulis Melissa Sunjaya, serta pemerhati budaya Prof Dr  Alamsyah. 


Beragam perspektif akademik mengerucut pada satu pesan, Roekmini layak ditempatkan sebagai pelanjut obor pendidikan perempuan setelah Kartini.


Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kisah Roekmini adalah pintu untuk melihat luasnya spektrum perjuangan perempuan Jepara.

Baca juga: 12 Hari Pelaksanaan Operasi Zebra Candi di Jateng, 12 Korban Tewas Kecelakaan Didominasi Anak Muda


“Ini bukan hanya diskusi, tetapi upaya membaca ulang sejarah agar lebih jernih.

Roekmini bukan figur pinggiran beliau membangun sekolah perempuan, membentuk jaringan sosial, dan menata praktik pendidikan secara nyata,” kata Bupati Jepara dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng, Minggu (30/11/2025).


Witiarso menilai Roekmini berperan menjaga bara perjuangan yang sebelumnya dinyalakan Kartini. 


“Kartini menyalakan api, dan Roekmini memastikan nyalanya tidak padam,” ucapnya.


Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Mbak Rerie) mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari diskusi panjang dengan Bupati Jepara mengenai masa depan Museum Kartini.


“Ide awalnya muncul saat kami berdiskusi tentang bagaimana museum ini bisa benar-benar hidup. Bukan hanya etalase benda, tapi pusat pemikiran,” jelasnya.


Menurutnya, buku tentang Roekmini membuka jalan untuk merancang kegiatan yang menghadirkan sejarawan, budayawan, dan penulis guna memantik diskusi publik.


“Selama ini Roekmini hanya dikenal sebagai nama jalan atau catatan pinggir. Padahal pemikirannya besar. Lewat forum seperti ini, kita memberi ruang bagi sejarah yang terlupakan itu,” kata Mbak Rerie.


Para narasumber menekankan pentingnya membuka kembali arsip, naskah, dan korespondensi Kartini bersaudara, sebagai pondasi kajian perempuan Indonesia yang lebih luas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved