Berita Jepara
Pemkab Jepara dan BRIN Cek Lahan Padi Biosalin Jelang FFD 2025 di Suwawal
Pemkab Jepara dan BRIN cek kesiapan lahan padi biosalin di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo sebagai persiapan gelaran Farm Field Day 2025.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Upaya meningkatkan ketahanan pangan melalui inovasi pertanian terus dikebut Pemkab Jepara.
Bersama BRIN, tim meninjau langsung kesiapan lahan padi biosalin di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo sebagai persiapan gelaran Farm Field Day (FFD) 2025, Selasa (9/12/2025).
Tinjauan lapangan ini dipimpin Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Jepara, Ferry Yudha Adhi Dharma Raharjo didampingi perwakilan OPD.
Baca juga: Geliat UMKM Jepara, Mas Wiwit Terima 35 Tenda Portabel dari CSR PT Brillian Ecommerce Berjaya
Mereka memastikan seluruh aspek teknis di lokasi telah siap untuk acara puncak FFD yang akan digelar 17 Desember 2025.
Perwakilan BRIN, Dr Tri Martini Patri menyampaikan, FFD tahun ini akan menonjolkan penerapan teknologi pertanian adaptif, khususnya untuk lahan terdampak salinitas.
Desa Suwawal dinilai ideal sebagai lokasi percontohan karena kerap dilanda banjir rob yang mengganggu pertanian warga.
"Lahan biosalin di Suwawal memiliki potensi besar, dengan total area sekira 100 hektare."
"Saat ini sekira 10 hektare yang didampingi Pertamina Gas Negara difokuskan untuk introduksi varietas Biosalin 1 dan Biosalin 2, varietas padi toleran air asin maupun payau," ucap Tri Martini, Selasa (9/12/2025).
Meski demikian, dia menyoroti tantangan pengelolaan air yang masih perlu dibenahi, terutama menyangkut fungsi pintu air yang belum optimal.
BRIN menargetkan FFD kali ini menjadi ajang besar.
Kegiatan ini juga akan mengusung tema 'Hilirisasi Inovasi Teknologi Energi yang Mendukung Ketahanan Pangan', menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor pertanian, energi, dan lingkungan dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Baca juga: DPRD Jepara Dorong Pemkab Agar Pemerataan SLB dan Inklusi Benar-Benar Jalan
Menurut Tri Martini, pemanfaatan lahan salin di pesisir Jepara merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi tanpa harus membuka kawasan hutan baru.
"Optimalisasi lahan salin adalah solusi ramah lingkungan yang langsung menjawab tantangan ketahanan pangan di wilayah pesisir," ujarnya.
Ferry Yudha ingin FFD 2025 tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi petani.
Dia menegaskan bahwa dukungan BRIN dan Pertamina Gas Negara menjadi energi baru bagi pengembangan pertanian pesisir.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas petani Jepara, meningkatkan produktivitas, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Ferry.
Dengan persiapan yang semakin matang, FFD 2025 digadang-gadang bakal menjadi momentum penting bagi Jepara dalam memperkuat inovasi pertanian dan adaptasi lingkungan, khususnya di kawasan rentan rob. (*)
| Museum RA Kartini di Pendopo Jepara Bakal Direstorasi Layaknya Kediaman Kartini Tempo Dulu |
|
|---|
| Angka Pengangguran Terbuka di Jepara Capai 23.495 Orang, 19.596 Pencari Kerja Kantongi AK I |
|
|---|
| Buntut Kasus Asusila, Kemenag RI Larang Pondok Pesantren Al Anwar Jepara Terima Santri Baru |
|
|---|
| Mangkir 2 Kali, Indra Adi Kurniansyah Resmi Masuk DPO Kasus Pelecehan Seksual di Jepara |
|
|---|
| Pantai Bandengan Jepara Bakal Disulap Jadi Destinasi Alam, Budaya dan Bahari Petualangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251209-_-Cek-Lahan-Padi-Biosalin-Jepara.jpg)