Berita Jepara
Dari Sampah Plastik ke Energi, Harapan Baru Warga Pesisir Suwawal Jepara Hadapi Bencana
Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkenalkan penerapan teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat pesisir.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Di tengah lahan pesisir Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara tumpukan tanah asin dan sisa sampah pascabencana selama ini menjadi momok bagi petani.
Namun, harapan baru tumbuh bersama hadirnya teknologi yang langsung menyentuh kehidupan warga.
Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan penerapan teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat pesisir bangkit dari dampak bencana.
Baca juga: Witiarso Pastikan Pekan Ini Pembahasan UMK Jepara 2026, Kira-kira Naik Berapa Persen?
Kegiatan itu dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD), uji performa Petasol, penanaman tanaman adaptif salinitas, hingga penyerahan bantuan usaha bagi warga dan pelaku UMKM setempat, Rabu (17/12/2025).
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, yang hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, menegaskan bahwa inovasi ini diharapkan tak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Teknologi seperti Petasol ini bukan hanya soal energi, tapi juga solusi warga dalam mengelola sampah plastik pascabencana agar punya nilai ekonomi,” kata Wakil Bupati Jepara, Rabu (17/12/2025).
Bagi kelompok tani dan warga pesisir Suwawal, teknologi tersebut menjadi angin segar.
BRIN memperkenalkan teknologi pirolisis yang mampu mengolah limbah organik dan nonorganik menjadi bahan bakar minyak alternatif.
Limbah yang sebelumnya mencemari lingkungan kini bisa menjadi sumber energi dan pendukung aktivitas pertanian.
Tak hanya soal energi, lahan pesisir yang terdampak intrusi air laut juga menjadi perhatian.
Dalam kegiatan itu, dilakukan penanaman varietas tanaman yang adaptif terhadap salinitas.
Harapannya, petani tetap bisa menanam dan panen meski kondisi tanah tak lagi ideal.
“Kami ingin warga tetap bisa bertani, meskipun lahannya suboptimal akibat bencana. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang,” ungkapnya.
Selain itu, dukungan juga menyasar pelaku UMKM pesisir.
Melalui program CSR PGN, sejumlah tenda usaha diserahkan secara simbolis.
Baca juga: Bupati Jepara Ngator di Desa Bugo, Asa Baru Kecamatan Welahan Dirajut Bersama
Bantuan ini diharapkan membantu pelaku usaha kecil tetap bertahan dan berkembang di tengah keterbatasan pascabencana.
Rangkaian kegiatan di Suwawal ditutup dengan penanaman serentak di kawasan pesisir.
Di balik simbolis itu, tersimpan harapan agar kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan warga benar-benar mampu memperkuat ketahanan pangan, mengurangi risiko bencana, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Jepara. (Ito)
| ASN di Jepara Harus Jadi Pelopor Penanganan Sampah |
|
|---|
| Serapan Pupuk Subsidi di Jepara Lampaui Target, Semester Pertama Capai 61,7 Persen |
|
|---|
| Jalan Rusak Ruas Jepara-Keling dapat Alokasi Rp 37,1 Miliar dari Bantuan Provinsi |
|
|---|
| Puluhan Tahun Disiksa di Luar Negeri, Titik Hilang Ingatan Hanya Bisa Menyebut Nama Jepara |
|
|---|
| Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Kepulauan Karimunjawa Jepara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251217_BRIN-uji-performa-petasol-di-Jepara_1.jpg)