Berita Jepara
Pilu Warga Karimunjawa Jepara Imbas Cuaca Buruk: Harga Cabai Tembus Rp200 Ribu
Cuaca buruk yang melanda perairan laut Jepara sejak awal Januari 2026 berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat Karimunjawa.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Cuaca buruk yang melanda perairan laut Jepara sejak awal Januari 2026 berdampak pada kebutuhan pokok masyarakat Karimunjawa.
Gelombang laut yang tidak bersahabat dengan tinggi ombak mencapai 3-4 meter memukul mundur kapal-kapal yang hendak menyeberang dari Jepara ke Karimunjawa.
Akibatnya, distribusi logistik kebutuhan masyarakat sehari-hari gagal diseberangkan. Padahal, mayoritas kebutuhan pokok masyarakat Karimunjawa selama ini mengandalkan distribusi dari Kabupaten Jepara.
Baca juga: Cerita Pasangan Lansia Desa Tempur Jepara Terjebak 30 Menit Saat Longsor: Bersyukur Selamat Bareng
• BREAKING NEWS, Penyidik KPK Angkut 2 Koper dan 1 Dus Berkas, 6 Jam Geledah Kantor Bupati Pati
• Inilah Es Brasil, Jajanan Legendaris Sejak 1968 di Purwokerto, Satunya Cuma Rp3.500
Pada pekan pertama Januari hingga 18 Januari 2026, cuaca buruk sempat melanda perairan laut Jepara selama sekira 10 hari berturut-turut.
Kondisi tersebut menunda pelayaran kapal-kapal penumpang dan barang lantaran terlalu berbahaya jika dipaksakan berlayar.
Pasokan logistik kebutuhan pokok masyarakat Karimunjawa pun gagal menyeberang dalam waktu cukup lama.
Meski sudah diantisipasi dengan pengiriman logistik sebelum cuaca buruk terjadi, kecukupan logistik bahan dasar makan masyarakat sehari-hari sempat menipis, lonjakan harga pun tak terhindarkan.
Warga Karimunjawa, Nikmah Liswati (46) bercerita, musim baratan atau cuaca buruk di perairan laut Jepara menjadi tantangan bagi masyarakat Karimunjawa.
Pada musim ini, warga sudah paham harus mengencangkan ikat pinggang demi bisa bertahan hidup. Lantaran distribusi logistik seperti sembako, sayuran, BBM, hingga gas LPJ dipastikan terkendala dampak kapal gagal berlayar.
Kata dia, sayuran menjadi kebutuhan masyarakat yang paling terasa dampak dari cuaca buruk pada Januari 2026.
Kata dia, harga sayuran sempat melonjak tajam dua kali lipat atau 100 persen dari harga biasanya dampak stok barang langka.
Seperti contoh kenaikan harga tertinggi dialami cabai tembus Rp200.000 per kilogram. Padahal, cabai di Karimunjawa sehari-harinya dijual di angka Rp60 ribu perkilogram.
Masyarakat pun sempat merasakan langsung semakin pedasnya cabai pada awal 2026.
"Sampai ada pedagang yang mengemas cabai dengan bungkus kecil dijual Rp5.000 hingga Rp10.000 satu bungkus kecil."
"Ini karena barangnya langka dan memudahkan masyarakat beli secukupnya," terangnya, Kamis (22/1/2026).
| Detik-detik Kapal Wisata Bahari Pantai Bandengan Jepara Tersambar Petir, Nahkoda Tewas |
|
|---|
| Nahkoda Kapal Wisata Bahari Tersambar Petir di Perairan Bandengan Jepara saat Bawa Wisatawan |
|
|---|
| Kondisi 2 Korban Kecelakaan Motor Terjun ke Jurang di Jepara, Ditemukan di Pinggir Sungai |
|
|---|
| Kebakaran Rumah Produksi Mebel di Jepara, Ini Dugaan Awal Penyebabnya |
|
|---|
| Kronologi Pemotor Terjun ke Jurang 100 Meter di Desa Tempur Jepara, Jalur Menanjak Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260122-_-Aktivitas-di-Pelabuhan-Jepara-Imbas-Cuaca-Buruk.jpg)