Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Relokasi Rumah Terdampak Longsor di Tempur Jepara Terancam Gagal, Warga Menolak

Program relokasi terancam gagal lantaran warga terdampak longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara tidak mau direlokasi.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
TERDAMPAK LONGSOR - Kondisi rumah Masriah dan Sujak di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara rusak usai diterjang banjir dan longsor pada 9 Januari 2026. Kini rencana program relokasi delapan rumah terdampak bencana di Tempur terancam batal lantaran warga memilih bertahan di rumah sendiri. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara mencatat ada beberapa rumah warga di Desa Tempur, Kecamatan Keling mengalami rusak dampak bencana longsor yang terjadi pada 9 Januari 2026.

Dari perhitungan awal ada delapan rumah yang dilaporkan rusak dan diusulkan direlokasi, kini belum ada kejelasan pasti tindaklanjut program.

Delapan rumah yang dilaporkan rusak dan berada di lokasi rawan bencana longsor sebelumnya diusulkan oleh BNPB untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Baca juga: Pemkab Jepara Kucurkan Anggaran Rp 119,5 juta dari BTT untuk Tangani 54 Rumah Rusak

Pemkab Jepara diminta menyiapkan lahan relokasi, sedangkan pembangunannya ditanggung oleh BNPB.

Namun program tersebut terancam gagal lantaran warga tidak mau direlokasi. Mereka memilih bertahan di rumah sendiri yang saat ini sudah ada.

Kepala Disperkim Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono menuturkan, hasil verifikasi, validasi, dan konfirmasi di lokasi, mayoritas warga yang masuk dalam program relokasi tidak mau pindah.

Mereka memilih untuk bertahan di rumah masing-masing, dengan harapan tetap ada bantuan yang diterima untuk membantu perbaikan rumah yang rusak.

Keputusan warga pun menjadi pembahasan bersama di Pemkab Jepara, juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BNPB.

"Di tempur rata-rata warga yang rumahnya rusak, (tetap) ingin di rumah masing-masing, tidak mau direlokasi."

"Kami konfirmasi tidak ada lagi tanah dijual," terangnya, Rabu (28/1/2026).

Sejauh ini, delapan rumah rusak tersebut sudah masuk dalam program perbaikan rumah dampak bencana.

Dari sebelumnya dilaporkan hanya ada delapan rumah rusak, saat ini bertambah menjadi 14 rumah yang diusulkan. Tiga rumah di antaranya dalam kondisi rusak parah dan membutuhkan anggaran perbaikan tidak sedikit.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Jepara Robohkan Rumah Solekhah hingga Rata dengan Tanah

"Kami akan bantu pembangunan (perbaikan) dari bantuan CSR juga. Pembiayaan rumah rusak di Tempur semua pakai dana CSR," ujarnya.

Kata dia, besaran bantuan bervariasi menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan lapangan. Nominal bantuan bakal dihitunh berdasarkan assesment di lapangan.

"Untuk secara keseluruhan, ada 54 rumah rusak tersebar di 10 kecamatan yang terdampak bencana. 24 rumah di Jepara bagian Utara dan 30 rumah di bagian Jepara Selatan," tambah dia.

Satu di antara warga dengan rumah rusak parah adalah rumah milik Sujak (80) dan Masriah (64).

Kondisi rumahnya tersapu banjir dan tanah longsor hingga porak-poranda. Bahkan, material tanah hampir memenuhi seisi rumah dan menjebol semua pintu dan jendela.

Masriah berencana membawa suaminya pindah tempat tinggal dengan ikut bersama salah satu anaknya di Kabupaten Kudus. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved