Hardiknas
Teken Pakta Integritas di Hardiknas, Sukirman Pastikan SPMB Bebas Calo
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan, komitmennya untuk mewujudkan sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang bersih.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan, komitmennya untuk mewujudkan sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang bersih dan bebas dari praktik percaloan.
Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, usai penandatanganan pakta integritas pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Sabtu (2/5/2026), di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan.
Pakta integritas tersebut ditandatangani oleh Plt. Bupati bersama unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Isinya menegaskan komitmen seluruh pihak untuk melaksanakan SPMB secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Sukirman menegaskan, pelaksanaan SPMB yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang harus dikawal secara ketat oleh semua pihak.
Ia juga mengingatkan, agar masyarakat tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.
"SPMB harus berjalan bersih. Tidak boleh ada makelar. Jika ada pihak yang mengatasnamakan kami, segera laporkan dan akan kami tindak tegas," ujarnya.
Menurutnya, momentum Hardiknas menjadi saat yang tepat untuk memperkuat integritas dalam pelayanan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan.
Selain penguatan sistem penerimaan siswa, Pemkab Pekalongan juga mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik maupun ASN.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah guna memfasilitasi peningkatan jenjang pendidikan, baik S1 maupun S2.
"Semua pegawai, baik guru maupun ASN, kami dorong untuk terus meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme," kata Sukirman.
Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan sejumlah penghargaan dan bantuan sosial, di antaranya hadiah lomba MAPSI jenjang SD dan SMP tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025, santunan kematian bagi guru dan pensiunan, serta santunan bagi anak yatim.
Sukirman mengajak, seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas dan berkolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan.
"Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita wujudkan pendidikan yang bersih, berkualitas, dan dapat diakses oleh semua," pungkasnya. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/HARDIKNAS-PLT-Bupati-Pekalongan.jpg)