Berita Kajen
Buntut 2 Kecelakaan Beruntun, Seluruh Driver SPPG Pekalongan Bakal Digembleng Polisi
Keselamatan operasional kendaraan SPPG kini menjadi perhatian serius Satlantas Polres Pekalongan setelah dua insiden kecelakaan tunggal.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Keselamatan operasional kendaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kini menjadi perhatian serius Satlantas Polres Pekalongan setelah dua insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil SPPG terjadi dalam waktu berdekatan.
Sebagai langkah pencegahan, seluruh sopir SPPG se-Kabupaten Pekalongan akan dikumpulkan untuk mengikuti pelatihan khusus guna meningkatkan kemampuan berkendara dan memastikan kesiapan armada di lapangan.
Baca juga: BGN Tutup SPPG Klaten Buntut Keracunan Massal di SMPN 1 Tulung
Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Alfian Kharisma Putra, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait kecelakaan terbaru yang terjadi di wilayah Kecamatan Kesesi.
"Namun, di tengah proses tersebut, kepolisian juga bergerak cepat menyiapkan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang," kata AKP Alfian kepada Tribunjateng.com, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam proses perekrutan pengemudi.
Sopir yang terlibat dalam insiden diketahui berusia 51 tahun, sedangkan berdasarkan petunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN), batas usia maksimal pengemudi yang diperbolehkan adalah 50 tahun.
"Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pekalongan, untuk membahas kembali mekanisme perekrutan sopir agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," ujarnya.
Selain evaluasi administrasi dan kelengkapan persyaratan pengemudi, Satlantas juga akan memberikan pembinaan berupa pelatihan safety driving kepada seluruh driver SPPG.
Pelatihan tersebut akan difasilitasi oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Pekalongan.
"Materi yang diberikan meliputi teknik berkendara aman, cara mengantisipasi potensi bahaya di jalan, serta pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum bertugas," imbuhnya.
Tidak hanya itu, para sopir juga akan dibekali pengetahuan tentang pengecekan kelayakan kendaraan, mulai dari pemeriksaan rem, ban, hingga kondisi mesin sebelum armada dioperasikan.
"Keselamatan bukan hanya soal kemampuan mengemudi, tetapi juga memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Ini penting demi menjaga keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya," tegas AKP Alfian.
Ia menambahkan, koordinasi terkait aspek keselamatan sebenarnya telah dilakukan sebelumnya dengan pihak Korwil SPPG Kabupaten Pekalongan.
Namun, setelah dua kecelakaan yang terjadi, evaluasi akan diperketat untuk memastikan seluruh pengemudi dan armada benar-benar memenuhi standar keselamatan.
Baca juga: Viral Siswa SMK Kota Pekalongan Temukan Belatung di Menu MBG, Ini Kata Pihak SPPG
Diketahui, kecelakaan di Kecamatan Kesesi merupakan insiden kedua yang melibatkan mobil operasional SPPG.
Sebelumnya, kecelakaan tunggal serupa juga terjadi di Kecamatan Kedungwuni.
Dari dua kejadian tersebut, pengemudi yang terlibat sama-sama telah berusia di atas 50 tahun. (Dro)
| Viral Video Kepala Sekolah di Pekalongan Diduga Karaoke Saat Jam Kerja |
|
|---|
| Sukirman Dorong UMKM Center Kedungwuni Jadi Destinasi Wisata Kuliner Baru |
|
|---|
| Plt Bupati Pekalongan Sukirman Nilai Persoalan Sampah Sungai di Pantura Kian Mengkhawatirkan |
|
|---|
| Sosok A, Pria yang Larang Gadis Remaja 14 Tahun Pulang ke Rumah Selama 4 Hari di Pekalongan |
|
|---|
| Resmi Beroperasi! Jembatan Gantung Garuda Doro Hubungkan 2 Desa di Pekalongan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260511_KECELAKAAN-MOBIL-SPPG-di-Pekalongan_1.jpg)