Berita Kendal
Ditempa 10 Hari di Kendal, Maftuh Lebih Pede Masuki Pasar Digital Bursa UMKM
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan jumlah pelaku UMKM di Kendal terus meningkat pesat setiap tahunnya
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Maftuh Jauhari kini lebih bersemangat dalam mengembangkan bisnis usaha madunya.
Bisnis yang ia tekuni sejak setahun terakhir itu, kerap kali mengalami kesulitan masuk pasar digital.
Selama setahun pula, Maftuh memasarkan usahanya melalui media sosial Facebook maupun aplikasi perpesanan WhatsApp.
Sesekali, ia juga menggunakan metode gethuk tular untuk membranding usahanya.
Akan tetapi, Maftuh menilai kedua metode penjualan itu belum begitu maksimal.
Baca juga: Suara Kemanusiaan dari Kendal, Membangun Empati untuk Negeri yang Terluka
"Saya biasanya jualan di Facebook, kadang laris kadang ya biasa saja. Dan menurut saya itu butuh teknik pemasaran lebih," katanya, Senin (8/12/2025).
Maftuh pun kemudian mengikuti program pemasaran UMKM yang digelar oleh Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UKM Kabupaten Kendal.
Pelatihan digelar selama sejak 24 November hingga 4 Desember. Selama proses pelatihan, Maftuh diajari menggunakan teknologi dan metode pemasaran melalui aplikasi khusus.
Aplikasi itu nantinya akan terhubung ke berbagai jejaring, yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Yang menarik, peserta akan dilakukan pengujian khusus di akhir pelatihan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).
"Banyak yang saya dapat selama pelatihan, intinya tentang bagaimana strategi marketting secara digital," ungkapnya.
Maftuh sempat beberapa kali tak bisa menyelesaikan bagian sewaktu proses pengujian. Dengan gigit jari, Maftuh pun dinyatakan tidak lolos proses pelatihan.
"Kalau enggak salah, yang lolos itu separuh. Tapi enggak papa, yang penting sedikit demi sedikit saya sudah bisa mempraktikkannya langsung,"
"Dan strategi ini nanti juga akan saya terapkan dalam proses penjualan saya." paparnya.
Sementara itu, Kepala Disdagkop Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan pelatihan difokuskan untuk membranding serta memasarkan produk untuk menambah nilai jual.
| Sensus Ekonomi Kendal Dimulai, 949 Petugas Dikerahkan Raih Hasil Optimal |
|
|---|
| Geger Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Selokan Arteri Weleri Kendal, Ini Ciri-cirinya |
|
|---|
| Kawasan Seafer Segera MoU, Pemkab Kendal Perkuat Link and Match Dukung Kebutuhan SDM |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Modin Cabul Asal Curugsewu Kendal Divonis 12 Tahun Penjara |
|
|---|
| Masak Air Ditinggal Salat, Dapur Rumah Salbiyah di Sukorejo Kendal Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251208_KENDAL.jpg)