Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Jembatan Cening Kendal: Dari Duka Menuju Harapan Keberlangsungan Pertanian 

Hampir 20 tahun lamanya, warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani itu terpaksa mengarungi derasnya sungai Bodri selebar sekitar 36 meter.

TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
RESMIKAN JEMBATAN - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari meresmikan jembatan akses pertanian di Desa Cening Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal, Senin (5/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ada cerita menarik di balik pembangunan jembatan di Desa Cening Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal

Hampir 20 tahun lamanya, warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani itu terpaksa mengarungi derasnya sungai Bodri selebar sekitar 36 meter.

Warga beberapa kali membangun jembatan dari pohon bambu.

Tapi derasnya arus sungai saat musim hujan langsung merobohkan jembatan.

Baca juga: Ini Penyebab Jembatan Kaca Tinjomoyo Semarang Belum Juga Dibuka Awal 2026, Pengunjung Kecewa

Kepala Desa Cening, Budi Raharjo mengungkapkan tak kurang dari 4 warganya telah menjadi korban keganasan arus sungai saat mencoba melintas.

"Dulu warga bangun pakai bambu, terus roboh lagi kena banjir. Akhirnya warga menyeberang dan hanyut terbawa arus," katanya, Senin (5/1/2026).

Keterbatasan anggaran membuat kepala Budi pening. Atas kesepakatan dengan warga, pembangunan jembatan kemudian mulai dilakukan secara dua tahap.

Dari kalkulasi, pembangunan jembatan sepanjang 36 meter dengan lebar 2,5 meter itu, membutuhkan biaya sekitar Rp 500 juta.

Anggaran itu berasal dari sumber keuangan Dana Desa, serta swadaya warga sebesar Rp 250 juta.

"Karena dana desa kurang mencukupi, akhirnya sepakat dengan warga diadakan swadaya. Masing-masing 50 persen dari warga, dan dana desa," imbuhnya.

Budi menambahkan, jembatan itu menjadi akses satu-satunya warga untuk menggarap lahan pertanian maupun perkebunan yang berada di seberang sungai.

Di sana terdapat sekitar lahan seluas 125 hektare yang terdiri dari perkebunan kopi dan alpukat, serta pertanian padi dan jagung.

"Alhamdulillah sekarang sudah dibangun, warga tidak perlu lagi menyeberangi sungai yang membahayakan," terangnya.

KONDISI JEMBATAN - Kondisi jembatan akses pertanian di Desa Cening Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal setelah dibangun, Senin (5/1/2026). Sebelumnya, warga harus menyebrangi sungai dengan pertaruhan nyawa untuk melakukan aktivitas pertanian.
KONDISI JEMBATAN - Kondisi jembatan akses pertanian di Desa Cening Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal setelah dibangun, Senin (5/1/2026). Sebelumnya, warga harus menyebrangi sungai dengan pertaruhan nyawa untuk melakukan aktivitas pertanian. (TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah)

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan keberadaan jembatan itu tak hanya mempermudah akses petani menuju lahan pertanian.

Namun juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya untuk mencegah resiko warga terseret arus sungai yang sebelumnya harus diseberangi secara langsung.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved