Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Sugiono Pastikan Semua Sekolah di Kendal Bakal Terima MBG Setelah Lebaran

Di Kendal, pelaksanaan program MBG telah mencapai 90 persen, dengan 55 SPPG baru yang akan membangun titik dapur seusai Lebaran 2026.

TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
RAPAT KOORDINASI - Komisi D DPRD Kabupaten Kendal melakukan rapat bersama koordinator BGN dan SPPG di Kendal sebagai bahan evaluasi pelayanan penyaluran program MBG ke siswa, Kamis (5/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ketua Paguyuban SPPG Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, pembagian jatah MBG ke sekolah-sekolah di Kendal belum sepenuhnya merata.

Sugiono tak merinci secara pasti berapa siswa yang belum mendapat jatah MBG, namun pihaknya memastikan seluruh penerima akan mendapatkan jatah MBG setelah Lebaran tahun ini.

"Semua sekolah yang belum mendapatkan MBG akan segera kami ratakan penerimaannya."

"Kami inventarisir setelah Lebaran untuk pelayanannya," kata dia seusai rapat koordinasi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Jalan Pantura Ketapang-Cepiring Kendal Siap Dilintasi Pemudik Lebaran 2026

Eks Tenaga Outsourcing Pemkab Pekalongan Bongkar Fakta: Tiap Bulan Gaji Dipotong Rp800 Ribu

Saat ini, terdapat 232.804 penerima program MBG dari total operasional 100 SPPG

Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengevaluasi sistem pelayanan serta proses distribusi. 

Dalam pendistribusian, kandungan gizi beserta harga tiap menu MBG akan ditampilkan di tiap nampan sehingga penerimanya bisa langsung komplain jika tak sesuai dengan harga di masyarakat.

"Kandungan protein maupun kalorinya itu akan tertera, jadi siapapun bisa cek."

"Masyarakat bisa ikut mengontrol, kalau tidak sesuai bisa komplain," ungkapnya.

Sugiono menuturkan, paket MBG yang akan diterima siswa berbeda sesuai tingkatan masa belajar. 

Harga menu MBG untuk anak TK hingga siswa SD kelas 3 dibanderol Rp8 ribu, sedangkan kelas 4 SD hingga SMA mendapat jatah lebih besar, yakni Rp10 ribu.

"Memang itu berbeda sesuai gizi yang dibutuhkan," paparnya.

Koordinator BGN Kendal, M Faris Maulana menegaskan, sekolah bisa menolak menu distribusi MBG jika tak sesuai kriteria.

"Jadi pihak SPPG nanti akan menyampaikan terkait harga dan kandungan gizinya ke sekolah sebelum menu dikirim."

"Kalau yang diterima berbeda dengan informasi yang diberikan, bisa ditolak," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved