Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kendal Handal

Serapan Anggaran di OPD Pemkab Kendal Masih Rendah, Bupati Tika Beri Peringatan

Serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kendal di triwulan pertama masih cukup rendah.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
EVALUASI - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari memimpin rapat evaluasi Pengendalian Operasional Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), di pendopo Pemkab Kendal, Kamis (23/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kendal di triwulan pertama masih cukup rendah.

Dari puluhan OPD yang ada, terdapat dinas yang belum melakukan pencairan anggaran. Hal ini pun menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

"Ada OPD yang serapannya masih nol. Ada juga yang baru 11 persen. Tetapi secara keseluruhan serapan anggaran OPD masih sedikit sekali penyerapannya," katanya saat evaluasi Pengendalian Operasional Kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kamis (23/4/2026).

Bupati yang akrab disapa Tika mengatakan, rendahnya serapan anggaran itu terjadi lantaran OPD belum menentukan Standar Satuan Harga (SSH). 

Sehingga program kerja maupun pengadaan barang dan jasa belum bisa dilakukan secara optimal.

"Ada yang belum menetapkan SSH, ini yang jadi kendalanya. Makanya dalam evaluasi ini kami tekankan OPD agar segera berproses," imbuhnya.

Tika pun telah memberikan peringatan agar OPD tak melakukan pencairan anggaran di waktu yang bersamaan terutama menjelang akhir tahun.

Dia meminta kepada OPD yang realisasinya masih rendah atau belum memenuhi target, agar memanfaatkan waktu melakukan akselerasi yang lebih terencana agar capaian kinerja lebih optimal.

"Mencermati kembali setiap kegiatan dan anggaran kas agar semua berjalan seimbang dan tidak terjadi penumpukan pencairan anggaran pada akhir tahun," sambungnya.

Lebih lanjut, Tika menerangkan di awal triwulan kedua ini, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp 425 M. 

Capaian itu baru menyentuh angka 16,65 persen dari total target pendapatan sebesar Rp 2,5 T. 

Adapun realisasi belanjanya baru mencatat pendapatan sebesar Rp 278 M, atau tercapai 10,56 persen dari pagu anggaran Rp 2,6 T. 

"Kami mendorong penyerapan anggaran pembangunan yang semakin berkualitas terutama untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat," tandasnya. (ags) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved