Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Pasar Murah Singorojo, Cara Pemkab Kendal Stabilkan Harga Pangan

Pemerintah Kabupaten Kendal mengambil langkah sigap untuk menstabilkan harga komoditi bahan pokok, terutama beras.

Tayang:
TRIBUN JATENG/dok.Pemkab Kendal 
PASAR MURAH - Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat meninjau gerakan pangan subdisi pasar murah di Kecamatan Singorojo Kendal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal mengambil langkah sigap untuk menstabilkan harga komoditi bahan pokok, terutama beras.

Lewat gerakan program subsidi pangan pasar murah yang digelar di Singorojo beberapa waktu lalu, bahan pokok itu dijual lebih murah di tengah potensi kenaikan imbas perubahan cuaca.

Baca juga: Bupati Tika: Berkah TMMD, 700 Meter Jalan Desa Bringinsari Kendal Kini Mulus

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini menjelaskan program ini menyasar 10 kabupaten dan 22 kecamatan di Jawa Tengah yang mengalami kenaikan harga komoditi bahan pokok.

Dia menambahkan, saat ini terdapat empat komoditas yang mendapatkan subsidi, yakni beras, minyak goreng, bawang merah, dan telur. 

"Subsidi pangan ini diperuntukkan terutama bagi daerah-daerah, yang harga bahan pokok pentingnya mengalami kenaikan di atas 10 persen,” kata Rini dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan harga yang ditawarkan dalam stand pasar murah di bawah harga pasar. 

Bupati yang akrab disapa Tika itu merinci, harga beras medium dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, telur ayam ras Rp23 ribu per kilogram, bawang merah Rp16 ribu per kilogram, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Angka ini disesuaikan dengan harga acuan pemerintah agar tidak memicu gejolak.

"Jangan sampai harga di pasaran melebihi acuan pemerintah, karena nantinya akan menyebabkan gejolak dan inflasi meningkat, sehingga harga-harga lain juga ikut naik,” sambungnya.

Tika menambahkan, keberadaan pasar murah bukan sekadar transaksi jual-beli. Menurutnya, ini merupakan bentuk intervensi pemerintah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

 “Kami hadir di sini sekaligus memonitoring pelaksanaan pasar murah. Tujuannya, tentu untuk pengendalian harga kebutuhan pangan,” ujarnya.

Adapun Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengakui bahwa pemantauan harga di pasar tradisional menjadi dasar pelaksanaan gerakan ini. 

Menurutnya, begitu ada lonjakan harga di daerah yang signifikan, maka pemerintah setempat wajib hadir.

“Meski ada keterbatasan anggaran daerah yang membuat Pemkab Kendal menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tetapi ini agar program stabilisasi harga dapat berjalan maksimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” imbuhnya.

Antusiasme warga pun tak terelakkan dari panjangnya antrean yang membuat stok ludes.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved