Community
Awas, Virus Komedi Disebarkan Stand up Comedy Kota Semarang
Tapi kami memiliki tekad dan semangat menyebarkan stand up comedy
SEPERTI Kamis pekan sebelumnya, suasana Waroong Doremi di Pleburan Kamis (17/10/2013) malam ramai. Beruntung, Agustinus Tehas (21) datang sore agar dapat tempat duduk. Tidak hanya ingin menikmati menu yang ditawarkan warung tersebut, Tehas ingin menyaksikan stand up comedy yang rutin di gelar setiap Kamis malam.
"Saya menunggu penampilan Bayu Kurinta, dia teman saya. Tapi saya juga menunggu penampilan Yoga," ujar Tehas.
Panggung kecil yang menjadi stage openmic berada di sudut ruangan. Pengunjung yang tidak kebagian kursi terpaksa menyaksikan lawakan gaya monolog itu sambil lesehan. Namun, hal ini tidak mengurangi kehangatan suasana dan serunya pertunjukan.
"Wah, keren. Saya pengen lucu seperti dia," kata seorang Bayu Faisa Riza, penonton asal Purwokerto, mengomentari penampilan komedian pertama.
Openmic tersebut merupakan acara rutin yang diselenggarakan Stand up Comedy Kota Semarang (SUCKS), komunitas stand up comedian (comic). Tujuannya, menambah jam terbang comic anggota SUCKS. Namun, tidak menutup peluang juga bagi audiens yang datang untuk menjajal kemampuan melawak mereka di atas panggung.
Selain di Waroong Doremi di Jalan Pleburan Tengah 24, Semarang, mereka juga menggelar acara serupa di Salwa House di Jalan Jatisari, Tembalang. Dua tempat ini digunakan selang seling per minggu. Penonton yang ingin menikmati performa mereka tidak dipungut biaya alias gratis.
"Karena openmic sifatnya latihan, penonton yang datang bisa menikmati secara gratis," kata anggota sekaligus kameramen SUCKS Yanuar Kurniawan (21).
Ketua SUCKS Dhonny Fajar Saputra mengungkapkan, komunita tersebut terbentuk sebagai respon atas tantangan comic profesional Pandji Pragiwaksono. Melalui "ayo buat komunitas stand up comedy di kotamu" yang diposting di twitter dan blog pribadi, Pandji mengajak penggemarnya membentuk komunitas comic. Secara resmi, SUCKS terbentuk September 2011.
Beranggotakan dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, PNS, dan pegawai swasta, anggota SUCKS saat ini mencapai 40 orang.
"Kami mungkin belum menjadi comic profesional. Tapi kami memiliki tekad dan semangat menyebarkan stand up comedy di Kota Semarang dan ke penjuru dunia," ujar pemuda yang akrab disapa Gondrong ini.
Untuk menyebarkan virus stand up comedy, SUCKS tidak hanya menggelar openmic mingguan. Untuk kegiatan yang bersifat setiap bulan, SUCKS menggelar stand up comedy show. Acara ini melibatkan comic profesional dan berbayar.
Beberapa comic nasional yang pernah digandeng SUCKS untuk show di antaranya Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Gilang Bhaskara, Randhika Djamil, Pandji Pragiwaksono, Kemal Palevi, dan Presiden Stand Up Comedy Indonesia Sammy Notaslimboy.
Rencananya, 24 November mendatang, SUCKS menghadirkan Ficocacola yang merupakan juara II stand up comedy Kompas TV season III.
"Antusias penonton di Semarang terbilang besar. Di setiap show yang kami adakan, tiket yang tersedia selalu sold out," kata Gondong bangga.
Kegiatan lain yang merupakan usaha memasyarakatkan stand up comedy adalah menggandeng pelajar. Belum lama ini, SUCKS membentuk sub komunitas semi otonom yang dikhususkan bagi pelajar. Stand up Pelajar ini menjadi wadah bagi siswa di Kota Semarang yang ingin belajar stand up comedy.