Komunitas Diajeng Semarang, Kenakan Adibusana Jawa Di Mana pun Berada
Komunitas Diajeng adalah salah satu komunitas perempuan Semarang yang membudayakan adibusana (pakaian) Jawa.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG.COM - Komunitas Diajeng adalah salah satu komunitas perempuan Semarang yang membudayakan adibusana (pakaian) Jawa.
Mereka kerap mengenakan kebaya dimanapun berada.
Nama mereka cukup tenar lantaran citra perempuan jawa yang anggun melekat pada dirinya.
Bahkan Kidung Paramadita, Puteri Indonesia 2018 juga sudah lama melirik komunitas ini.
Kerap dianggap sebagai soialita, mereka menampik.
"Oh tidak. Kita bukan sosialita. Kegiatan komunitas kami itu adalah mengajak para perempuan, perempuan Jawa khususnya untuk mengenakan adibusana Jawa di manapun berada. Kebaya salah satunya," tutur Maya Diana Kusuma Dewi, founder dari Komunitas Diajeng Semarang.
Sebagai wujudnya, komunitas Diajeng yang baru terbentuk di tahun 2016 ini kerap mengunjungi sekolah-sekolah maupun mengadakan workshop.
Mereka ingin merubah paradigma yang menganggap bahwa mengenakan kebaya adalah hal kuno yang tidak praktis dan ribet.
Padahal, seiring berkembangnya fashion, kebaya dan adibusana lainnya bisa dimodif serta dibuat sederhana.
Sehingga bisa dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Seperti saat nonton film, jalan-jalan, pergi hangout dan sebagainya.
"Mengenakan kebaya itu tidak saat kondangan atau menghadiri acara-acara besar saja. Zaman sekarang pergi nonton film, hangout dan jalan-jalan juga bisa.
Dengan membidik generasi muda untuk mau kenakan adibusana di manapun berada, secara tidak langsung kita melibatkan mereka untuk melestarikan budaya," tutur Maya kepada Tribun Jateng, Kamis (26/4/2018).
Komunitas Diajeng ini terbuka bagi perempuan Semarang.
Dengan syarat, anggota harus mau mengenakan adibusanan Jawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kidung-paramadita-bersama-komunitas-diajeng-semarang_20180428_105355.jpg)