Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Komunitas Diajeng Semarang, Kenakan Adibusana Jawa Di Mana pun Berada

Komunitas Diajeng adalah salah satu komunitas perempuan Semarang yang membudayakan adibusana (pakaian) Jawa.

Penulis: Puspita Dewi | Editor: Catur waskito Edy
wilujeng puspita dewi
Kidung Paramadita bersama Komunitas Diajeng Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM - Komunitas Diajeng adalah salah satu komunitas perempuan Semarang yang membudayakan adibusana (pakaian) Jawa.

Mereka kerap mengenakan kebaya dimanapun berada.

Nama mereka cukup tenar lantaran citra perempuan jawa yang anggun melekat pada dirinya.

Bahkan Kidung Paramadita, Puteri Indonesia 2018 juga sudah lama melirik komunitas ini.

Kerap dianggap sebagai soialita, mereka menampik.

"Oh tidak. Kita bukan sosialita. Kegiatan komunitas kami itu adalah mengajak para perempuan, perempuan Jawa khususnya untuk mengenakan adibusana Jawa di manapun berada. Kebaya salah satunya," tutur Maya Diana Kusuma Dewi, founder dari Komunitas Diajeng Semarang.

Sebagai wujudnya, komunitas Diajeng yang baru terbentuk di tahun 2016 ini kerap mengunjungi sekolah-sekolah maupun mengadakan workshop.

Mereka ingin merubah paradigma yang menganggap bahwa mengenakan kebaya adalah hal kuno yang tidak praktis dan ribet.

Padahal, seiring berkembangnya fashion, kebaya dan adibusana lainnya bisa dimodif serta dibuat sederhana.

Sehingga bisa dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Seperti saat nonton film, jalan-jalan, pergi hangout dan sebagainya.

Kidung Paramadita bersama Komunitas Diajeng Semarang
Kidung Paramadita bersama Komunitas Diajeng Semarang (wilujeng puspita dewi)

"Mengenakan kebaya itu tidak saat kondangan atau menghadiri acara-acara besar saja. Zaman sekarang pergi nonton film, hangout dan jalan-jalan juga bisa.

Dengan membidik generasi muda untuk mau kenakan adibusana di manapun berada, secara tidak langsung kita melibatkan mereka untuk melestarikan budaya," tutur Maya kepada Tribun Jateng, Kamis (26/4/2018).

Komunitas Diajeng ini terbuka bagi perempuan Semarang.

Dengan syarat, anggota harus mau mengenakan adibusanan Jawa.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved