Ganjar Pranowo Buka Peluncuran Buku Sebuah Perjalanan Budaya
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka peluncuran buku edisi ketiga Peranakan Tionghoa Indonesia
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka peluncuran buku edisi ketiga Peranakan Tionghoa Indonesia
"Sebuah Perjalanan Budaya" yang diterbitkan oleh Intisari di Semarang Contemporary Art Kota Lama, Jumat (13/7/2018).
Ia mengenakan pakaian batik dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo mengungkapkan jika bagi pencinta buku ini merupakan modal untuk tahu, paham, dan mengerti.
"Apa dosa menjadi peranakan? Menjadi Tionghoa? Menjadi Jawa?" ucapnya saat sambutan.
Ganjar mengungkapkan jika manusia tidak bisa memilih saat dilahirkan seperti apa.
"Mari kita Berbhineka Tunggal Ika. Dengan launchingnya buku ini tentu bisa menambah literasi, bisa menambah kita untuk semakin bijaksana," tutur Ganjar Pranowo.
Terlihat beberapa tamu undangan tampak antusias mana kala ada pengumuman kebaya terbaik sebelum pemotongan pita oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Kehangatan dan toleransi tercermin dalam acara ini.
Usai para peserta yang mengenakan pakaian terbaik mendapat hadiah, acara pemotongan pitapun dilakukan.
Kepada Tribunjateng.com, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan terkait hadirnya buku ini.
"Sejarah yang ada dan pengakuan kawan-kawan penulis mengenai budaya menunjukkan akulturasi terjadi tidak hanya terjadi pada makanan saja.
Namun juga keseharian," tutur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
"Inilah Bhineka Tunggal Ika. Yang penting tidak rasis, kita menampilkan ini semua adalah kami," jelas Ganjar Pranowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-pranowo_20180713_235542.jpg)