Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Perbandingan Matahari Buatan Korsel dan China, Apa Bedanya dan Apa Manfaatnya?

Lalu, apa bedanya matahari buatan Korsel dengan matahari buatan China? Berikut penjelasannya

Editor: muslimah
NATIONAL RESEARCH COUNCIL OF SCIENCE AND TECHNOLOGY/PHYS
Perangkat fusi superkonduktor atau matahari buatan KSTAR, yang dikembangkan para peneliti Korea Selatan dan Amerika Serikat. Operasi matahari buatan ini pecahkan rekor dunia baru dengan durasi operasi plasma 20 detik dengan suhu lebih dari 100 juta derajat Celcius. 

Perbandingan Matahari Buatan Korsel dan China, Apa Bedanya dan Apa Manfaatnya?

TRIBUNJATENG.COM - Korea Selatan dan China sama-sama menancapkan tonggak sejarah baru bulan ini, dengan berhasil menyalakan matahari buatan.

Inovasi yang sebenarnya bernama reaktor fusi nuklir itu sukses dinyalakan China pada awal Desember, lalu diikuti Korsel kemarin (28/12/2020).

Keduanya pun mencatatkan pencapaian tinggi masing-masing.

Reaktor HL-2M Tokamak merupakan perangkat penelitian eksperimental fusi terbesar dan tercanggih di China, sedangkan perangkat fusi superkonduktor Korsel memecahkan rekor dunia.

Baca juga: Erdogan Ingin Perbaiki Hubungan dengan Israel, Dicurigai Ada Maunya

Baca juga: Daniel Mananta Kaget Dapat Kejutan Seperti Ini dari Gus Miftah saat Natal: Siapa yang Sangka?

Baca juga: 5 Kapal Asing Asal Malaysia & Vietnam Curi Ikan Ditenggelamkan, Lambung Diisi Pasir Lalu Dicor

Baca juga: Medina Zein Hangout Bareng Zaskia Sungkar Setelah Sempat Laporkan Irwansyah

Lalu, apa bedanya matahari buatan Korsel dengan matahari buatan China? Berikut penjelasannya.

1. Pembuat

Para ilmuwan di China bekerja mengembangkan versi yang lebih kecil dari reaktor fusi nuklir sejak 2006.

Mereka berencana menggunakan perangkat tersebut bersama para ilmuwan yang mengerjakan Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER).

ITER merupakan proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang berbasis di Perancis, yang diharapkan selesai pada 2025.

China juga akan melanjutkan pembangunan China Fusion Engineering Test Reactor (CFETR) paling cepat tahun depan.

Pembangunan reaktor eksperimental tersebut membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun.

Sementara itu matahari buatan Korsel dibuat oleh Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR), memanfaatkan energi nuklir untuk menjadi perangkat fusi superkonduktor.

B
Reaktor fusi nuklir buatan China yag disebut Matahari Buatan

Karya mereka merupakan hasil studi bersama Seoul National University (SNU) serta Columbia University Amerika Serikat.

2. Durasi menyala

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved