Banjir Pekalongan
Ganjar Pranowo Makan Bareng Pengungsi Pekalongan, Minta Ruang Pengungsian Disekat
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo makan bareng pengungsi banjiri di Pekalongan.
Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi ratusan pengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Rabu (17/2).
Saat tiba di lokasi, Ganjar langsung disambut ratusan pengungsi yang telah 14 hari berada di sana.
Lokasi gedung yang cukup sempit membuat para pengungsi berjubal.
Tidak ada batas-batas penyekat antara satu pengungsi dengan lainnya.
Padahal, di lokasi itu tak hanya orang dewasa, namun ada juga balita, lansia dan ibu hamil.
Menurut keterangan Kasi Kesiapsiagaan dan Kebencanaan BPBD Pekalongan, Dimas Arga, total pengungsi di Kota Pekalongan ada 1700 san dan tersebar di 19 lokasi.
Sementara yang menempati gedung aula kecamatan Pekalongan Barat itu ada sekitar 230 an pengungsi.
Melihat kondisi itu, Ganjar langsung memanggil Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid dan Kepala BPBD Pekalongan.
Kepada keduanya, Ganjar meminta agar pengungsian disekat-sekat untuk menghindari penularan Covid-19.
"Kalau seperti ini bahaya pak.
Tolong disekat, contohnya seperti pengungsian di Merapi itu, itu bagus disekat-sekat perkeluarga, sehingga potensi penularan Covid-19 bisa ditekan," kata Ganjar.
Selain itu, Ganjar juga meminta pengungsi disebar ke sejumlah titik, mengingat di tempat itu terlalu sesak jumlahnya.
Ganjar meminta Pemda Pekalongan memanfaatkan gedung-gedung sekolah yang ada untuk pengungsian.
"Tadi sudah sepakat dengan pak Wakil Wali Kota, mudah-mudahan mulai besok sudah disekat-sekat agar para pengungsi ini harapannya punya satu ruang perkeluarga.