Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Apa yang Terjadi, Kok Cuaca Panas Lagi? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Apa yang terjadi, kok cuaca panas lagi? Itulah yang disuarakan netizen di media sosial X (Twitter)

Editor: muslimah
budi susanto
Ilustrasi. Foto: Seorang pemancing di Sungai Banjir Kanal Barat, yang ada di Bendungan Pleret Kota Semarang, menunggu kailnya disambar ikan, Ia menunggu di tengah cuaca panas di Kota Semarang, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM - Apa yang terjadi, kok cuaca panas lagi?

Itulah yang disuarakan netizen di media sosial X (Twitter).

Setelah sebelumnya di awal Desember 2023 hujan mulai mengguyur, beberapa waktu terakhir cuaca kembali panas.

Di Semarang, ibu kota Jateng misalnya. Hujan sudah jarang turun.

Di pihak lain, matahari bersinar cukup terik bahkan terkadang terasa sangat panas.

Baca juga: Viral Gelang Emas Rp 28 Juta yang Hilang Dikembalikan Pencuri Setelah Didoakan Ustaz

Baca juga: Inilah Sosok Vania, Kasir Indomaret di Purwokerto Viral Fasih Bahasa Jepang Cuma Dengan Nonton Anime

Atas fenomana ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan.

Netizen sendiri mengungkapkan keheranan mengapa beberapa hari belakangan ini cuaca kembali panas.

"Ini... kita kemarau lagi kah...?" cuit @selphieusagi, Minggu (17/12/2023).

"Cuaca nya lagi panas mulu, udah 3 atau 4 hari ya? setiap tidur jadi mandi keringet lagi," ketik @_av0caddo, Sabtu (16/12/2023).

"Tempat kalian balik ke musim panas lagi atau stay di musim hujan sih? Kok Bandung malah panas lagi ya, mana panas banget," tulis akun @papaojol, Jumat (15/12/2023).

"Perasaan kemarin Semarang suasananya enak udh mulai adem sejuk, kok skrg panas lagi yaa. Mana panas bgt uuu, kalian ngerasa sama gasii? -dips!" tulis netizen di akun @undipmenfess, Sabtu (16/12/2023).

Lantas mengapa cuaca pada beberapa hari belakangan ini kembali terasa panas?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto membenarkan bahwa suhu meningkat pada beberapa hari belakangan ini.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer.

"Kondisi tersebut tentunya dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer," ungkap Guswanto kepada Kompas.com, Minggu (17/12/2023).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved