Berita Blora
Diusulkan Jadi Pasar Berstandar Nasional, Ini PR di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora
Pengelolaan sampah menjadi pekerjaan rumah (PR) utama di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora yang harus segera dibenahi.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pengelolaan sampah menjadi pekerjaan rumah (PR) utama di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora yang harus segera dibenahi.
Pasalnya, Pasar Rakyat Sido Makmur Blora saat ini tengah diusulkan untuk menjadi pasar dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dijadwalkan Juli 2024 akan ada tim penilai pasar SNI. Namun, hingga saat ini permasalahan sampah di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora belum terselesaikan.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM), Margo Yuwono, pengelolaan sampah di pasar menjadi masalah krusial.
"Tingkat kesadaran pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan masih kurang, sehingga perlu dilakukan edukasi pengelolaan sampah kepada pedagang,"
"Karena yang menghasilkan sampah itu kan pedagang, bagaimana mereka sadar akan tanggung jawab mereka sebagai penghasil sampah," katanya, kepada Tribunjateng, Kamis (23/5/2024).
Margo mengatakan rata-rata sampah yang ada di Pasar Rakyat Sido Makmur sebanyak 4 ton per hari.
Sampai saat ini, pihaknya masih mengandalkan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora untuk pengangkutan sampah itu. Lantaran belum memiliki kendaraan pengangkut sampah sendiri.
"Jadi kita tidak punya angkutan sendiri, sehingga masih menggantungkan DLH untuk pengangkutan sampah. Diangkut setiap hari sekali, dan itu pun masih kurang. Karena memang banyak sekali sampah yang ada di sini," terangnya.
Selain jumlah tonase sampah yang begitu banyak, Margo mengatakan permasalahan sampah yang tak kunjung terselesaikan lantaran terbatasnya tempat sampah di Pasar Rakyat Sido Makmur.
"Tempat sampah di sini itu kita benar-benar tidak punya. Beberapa kali kita punya tempat sampah, tetapi nggak tahu hilang terus," ujarnya.
Selain fasilitas tempat sampah, kendala lain lantaran jumlah tenaga kebersihan di Pasar Rakyat Sido Makmur Blora terbatas.
"Luas lahannya di sini kan 4 hektare, tenaga kebersihannya hanya 7 orang. Itu pun mereka ada yang rangkap pekerjaan, seperti ada yang narik retribusi ke pedagang. Sementara jumlah pedagang yang ditarik retribusi ini jumlahnya 2.000 an pedagang, yang narik retribusi hanya satu," tuturnya.
Lebih lanjut, Margo menyebut sudah berupaya untuk mengusulkan penambahan tenaga kebersihan.
"Kita sudah usulkan melalui dinas ya, tapi sampai sekarang belum ada penambahan tenaga kebersihan," paparnya.(Iqs)
| Pendapatan Sektor Parkir Blora yang Dikelola Dinrumkimhub Capai Rp300 Juta Triwulan Pertama 2026 |
|
|---|
| Ngamuk Minta Karaoke Gratis dan Bawa Nama Prabowo, Sunoto Kini Dipecat dari GRIB Jaya |
|
|---|
| Lupa Matikan Kompor Saat Memasak, Rumah Warga Muraharjo Blora Terbakar |
|
|---|
| Istri di Blora Histeris Temukan Petani Telungkup di Sawah, Cangkul Berdiri di Dekatnya |
|
|---|
| PKL Alun-alun Blora Tolak Relokasi, Begini Rencana Bupati Arief Rohman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Penampakan-sampah-berserakan-di-area-pasar-tanpa-adanya-tempat-sampah.jpg)