Berita Semarang
Media Massa Miliki Peran Penting Mengawal Industri Berkelanjutan
Media massa dinilai memiliki peran penting untuk mengawal industri benar-benar berperan dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Media massa dinilai memiliki peran penting untuk mengawal industri benar-benar berperan dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).
Ketua Dewan Pembina Lembaga Inovasi Energi Teknologi Nusantara (Lientera) Moshe Rizal menjelaskan, kekritisan jurnalis dalam hal ini sangat diperlukan agar bukan sekadar memberikan informasi yang sebenarnya, tetapi juga turut mendorong tindakan yang bertanggungjawab terhadap lingkungan berkelanjutan.
“Media adalah jembatan yang kokoh antara industri dan publik. Kita dalam beberapa tahun terakhir banyak sekali menemui isu-isu lingkungan. Banyak sekali inisiatif dan kontroversi mengenai masalah EV (electric vehicle) yang ternyata tidak sepenuhnya bagus bagi lingkungan.
Ada juga mengenai greenwashing, ini bisa menjadi pengetahuan untuk lebih kritis siapa (narasumber) yang di-interview untuk melaporkan apa yang sebenarnya terjadi dan menghindari greenwashing,” kata Moshe Rizal pada Pelatihan Media 2024 bertema ‘Bisnis Karbon dan CCUS - Potensi, Bisnis Proses dan Outlook’ yang digelar secara daring selama dua hari, Sabtu - Minggu (22-23/6/2024).
Kegiatan pelatihan tersebut digelar atas kerja sama Lientera dan Radian Teknologi Global (RTG) bersama Pamerindo. Pelatihan media yang kini digelar ke-5 kalinya tersebut dilatarbelakangi bahwa semua industri perlu berperan dalam usaha pemerintah untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat yang tertera dalam komitmen pemerintah, Enhanced National Determined Contribution (ENDC).
Dijelaskan, ada berbagai cara di mana setiap industri harus secara cermat memilih yang tepat sesuai dengan wujud bisnis dan tantangan yang dihadapinya. Peraturan Presiden (Perpres) nomor 98 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan nilai ekonomi karbon sudah menjadi dasar untuk perdagangan karbon di Indonesia di mana industri dapat memanfaatkan nilai tambah.
Di Satu sisi, Carbon Capture Utilisation and Storage (CCUS) sedang marak digalakkan oleh pemerintah dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 14 Tahun 2024, Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2023 dan yang baru keluar adalah pedoman tata kerja, penyelenggaraan, penangkapan, dan penyimpanan karbon oleh SKK Migas sebagai lembaga negara yang ditunjuk untuk mengelola program CCUS tersebut.
Direktur Portofolio untuk Energy, Engineering, & Transport Pamerindo Indonesia Lia Indriasari mengatakan, pelatihan media yang digelar ini merupakan bentuk komitmen untuk menggerakkan industrial sustainability.
“Kami ingin menunjukkan komitmen kami bahwa keberlanjutan sangat penting. Tidak hanya aspek environment, tetapi juga community development. Melalui pelatihan ini kita bisa sharing knowledge,” imbuhnya.
Pelatihan ini memberikan penjelasan dasar bisnis proses, potensi dan outlook carbon trade, carbon management & offsets dan juga CCUS yang saat ini menjadi trend sebagai cara untuk mengurangi emisi, di masa depan dan di akhiri dengan pencerahan Global Energy Outlook 2024.
Semua materi dibawakan oleh ahli profesional. Beberapa narasumber menyampaikan materi tersebut di antaranya yakni CEO Nol Karbon Pera Malinda Sihite, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Ir Moch Abadi, Stimulation Services Manager NESR Indonesia Annisa Sekar Palupi, dan Ketua Asosiasi Praktisi Hukum Migas dan Energi Terbarukan/Ahli Hukum Sumber Daya Alam Dr Didik Sasono Setyadi. (idy)
| "Saya di Belakangnya Persis" Cerita Rama Detik-detik Pemotor Terjatuh Sebelum Laka Maut di Ngaliyan |
|
|---|
| Kedok Gudang Sunyi di Wonolopo Semarang, 1 Tahun Tanpa Aktivitas Ternyata Jadi Pabrik Ekstasi |
|
|---|
| Ribuan Lapak Mangkrak Puluhan Tahun di Pasar Johar, Pemkot Semarang Segera Cabut Hak Pedagang |
|
|---|
| Serunya Mini Mural Fest: Saat Musik Indie dan Visual Estetik "Sembunyi" di Perkampungan Semarang |
|
|---|
| Hujan Ekstrem di Ngaliyan Semarang, Tembok Setinggi 20 Meter Roboh Timpa Rumah Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tangkap-Layar-flyer-Pelatihan-Mediabertema-Bisnis-Karbon-dan-CCUS-Potensi.jpg)