Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Sahur Dulu atau Mandi Junub Dulu? Penting Diketahui, Simak Penjelasan Ulama

Banyak yang bingung, setelah suami istri berhubungan badan di malam bulan Ramadan, lebih baik mandi junub dahulu atau sahur dulu?

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Dok. Freepik/user18526052
Ilustrasi mandi 

TRIBUNJATENG.COM - Mandi junub dulu atau sahur dulu? mana yang lebih baik?

Di bulan Ramadan, hal itu banyak ditanyakan pasangan suami istri.

Sebaiknya mandi junub sebelum sahur atau sesudah sahur puasa Ramadan?

Atau mungkin ada waktu lain yang lebih baik untuk melaksanakan mandi junub?

Baca juga: Syarat Penderita Diabetes Tetap Bisa Puasa, Segera Batalkan Jika Muncul Gejala

Sosok Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Diteror Isu LGBT: Saya Memang Tidak Punya Pacar, Tapi. . .

7 Tips Masak Cepat untuk Puasa dan Sahur, Bisa Hemat Waktu Sampai 1 Jam!
7 Tips Masak Cepat untuk Puasa dan Sahur, Bisa Hemat Waktu Sampai 1 Jam! (iStockphoto/kumikomini)

Diketahui, bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa.

Tak seperti pada bulan-bulan lainnya, pada bulan Ramadan ini, semua orang yang beriman diwajibkan untuk berpuasa.

Selama berpuasa, kita harus menahan segala hal yang bisa membatalkan puasa sejak subuh hingga waktu berbuka puasa atau maghrib.

Apa saja yang membatalkan puasa kita?

Banyak, mulai dari makan, minum, mengeluarkan mani (sperma) dengan sengaja hingga berhubungan badan (bahkan bagi suami-istri).

Kalau sudah memasuki malam atau bukan waktu puasa, makan, minum dan berhubungan badan bagi suami-istri boleh dilakukan.

Terkait hubungan badan bagi suami-istri saat bulan Ramadan.

Banyak yang bingung dan tidak tahu, setelah suami istri berhubungan badan di malam bulan Ramadan, lebih baik mandi junub dahulu atau sahur terlebih dahulu.

Sepertinya sederhana, namun jika kita tidak tahu bagaimana yang seharusnya, pemahaman kita bisa salah kaprah dan menyesatkan.

Berikut penjelasan terkait waktu terbaik melakukan mandi junub saat Ramadan, menurut Dosen dan Ketua LPM IAIN Surakarta, Muhammad Nashiruddin.

Menurut narasumber, jawabannya adalah tergantung waktu yang tersisa untuk sahur.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved