Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

SMPN 4 Batang Angkat Budaya Lokal lewat Drama Roro Jonggrang

Bukan sekadar hiburan, pementasan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran karakter yang hidup di luar tembok kelas.

Penulis: dina indriani | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/ISTIMEWA
PENTAS SENI - Puluhan pelajar SMPN 4 Batang menghadirkan kisah cinta dan kutukan dalam lakon drama “Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang” pada Malam Jumat Kliwon di Jalan Veteran. Pagelaran ini merupakan bagian dari program unggulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang bertajuk Malam Jumat Kliwon, yang rutin digelar setiap Kamis Wage. (Dok. Diskominfo Batang) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Puluhan pelajar SMPN 4 Batang menghadirkan kisah cinta dan kutukan dalam lakon drama “Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang” pada Malam Jumat Kliwon di Jalan Veteran.

Bukan sekadar hiburan, pementasan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran karakter yang hidup di luar tembok kelas.

Di bawah bimbingan Sasongko, pembina seni budaya sekolah, para siswa telah berlatih selama berbulan-bulan demi menyuguhkan pertunjukan yang tak hanya memukau, tapi juga sarat pesan moral.

Baca juga: Warga Seprih Batang  Tampilkan Parade Kostum Adat dan Pahlawan Nasional di Karnaval Kemerdekaan

“Kami ingin mengingatkan, jangan memaksakan kehendak seperti Bandung Bondowoso, dan jangan mengobral janji seperti Roro Jonggrang,” tutur Sasongko dalam keterangan rilis, Sabtu (6/9/2025).

Pagelaran ini merupakan bagian dari program unggulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang bertajuk Malam Jumat Kliwon, yang rutin digelar setiap Kamis Wage.

Program ini telah menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal sejak dini.

SMPN 4 Batang sendiri telah konsisten selama tiga tahun membekali siswanya dengan kecintaan terhadap tradisi.

Dalam lakon kali ini, Alifia Desma Kyoptaprama tampil sebagai Roro Jonggrang, sementara Faiz Wirama Dhani memerankan Bandung Bondowoso.

Keduanya sempat diliputi rasa gugup, namun berhasil menaklukkan panggung dengan penjiwaan yang kuat.

“Awalnya grogi, tapi lama-lama terbiasa dan mulai menikmati peran,” tutur Alifia.

Camelia Dewi, Kabid Kebudayaan Disdikbud Batang, menyebut antusiasme warga terhadap program Kliwonan terus meningkat.

“Setiap pekan, kami tampilkan beragam kesenian: dari tari, drama, hingga pertunjukan tradisional dari berbagai sanggar,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi jembatan antara generasi muda dan warisan budaya, agar tetap lestari hingga anak cucu.

“Budaya bukan sekadar masa lalu, tapi identitas yang harus terus dirawat,” pungkasnya. (din)

Baca juga: KEK Industropolis Angkat Batik Gringsing Batang di Pameran Wastra Aroma, Tampilkan Warisan Budaya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved