Berita Batang
SMPN 4 Batang Angkat Budaya Lokal lewat Drama Roro Jonggrang
Bukan sekadar hiburan, pementasan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran karakter yang hidup di luar tembok kelas.
Penulis: dina indriani | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Puluhan pelajar SMPN 4 Batang menghadirkan kisah cinta dan kutukan dalam lakon drama “Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang” pada Malam Jumat Kliwon di Jalan Veteran.
Bukan sekadar hiburan, pementasan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran karakter yang hidup di luar tembok kelas.
Di bawah bimbingan Sasongko, pembina seni budaya sekolah, para siswa telah berlatih selama berbulan-bulan demi menyuguhkan pertunjukan yang tak hanya memukau, tapi juga sarat pesan moral.
Baca juga: Warga Seprih Batang Tampilkan Parade Kostum Adat dan Pahlawan Nasional di Karnaval Kemerdekaan
“Kami ingin mengingatkan, jangan memaksakan kehendak seperti Bandung Bondowoso, dan jangan mengobral janji seperti Roro Jonggrang,” tutur Sasongko dalam keterangan rilis, Sabtu (6/9/2025).
Pagelaran ini merupakan bagian dari program unggulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang bertajuk Malam Jumat Kliwon, yang rutin digelar setiap Kamis Wage.
Program ini telah menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal sejak dini.
SMPN 4 Batang sendiri telah konsisten selama tiga tahun membekali siswanya dengan kecintaan terhadap tradisi.
Dalam lakon kali ini, Alifia Desma Kyoptaprama tampil sebagai Roro Jonggrang, sementara Faiz Wirama Dhani memerankan Bandung Bondowoso.
Keduanya sempat diliputi rasa gugup, namun berhasil menaklukkan panggung dengan penjiwaan yang kuat.
“Awalnya grogi, tapi lama-lama terbiasa dan mulai menikmati peran,” tutur Alifia.
Camelia Dewi, Kabid Kebudayaan Disdikbud Batang, menyebut antusiasme warga terhadap program Kliwonan terus meningkat.
“Setiap pekan, kami tampilkan beragam kesenian: dari tari, drama, hingga pertunjukan tradisional dari berbagai sanggar,” jelasnya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi jembatan antara generasi muda dan warisan budaya, agar tetap lestari hingga anak cucu.
“Budaya bukan sekadar masa lalu, tapi identitas yang harus terus dirawat,” pungkasnya. (din)
Baca juga: KEK Industropolis Angkat Batik Gringsing Batang di Pameran Wastra Aroma, Tampilkan Warisan Budaya
| Gerakan Jelantah Batang Tembus Rekor MURI dan Bidik Bahan Bakar Pesawat |
|
|---|
| Batang Pecahkan Dua Rekor Sekaligus di HUT ke 60, Dari Tari Babalu hingga Minyak Jelantah |
|
|---|
| Ribuan Pelajar Batang Kompak Tampilkan Tari Babalo, Semangat Lestarikan Budaya Lokal |
|
|---|
| Tender Ulang Jembatan Kalibelo, Harapan Baru Konektivitas dan Ekonomi Batang |
|
|---|
| Detik-Detik Warga Batang Hilang di Sungai, Sempat Diajak Pulang tapi Menolak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250906_Malam-Jumat-Kliwon.jpg)