Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

BPBD Batang Aktifkan Sistem Komando Hadapi Puncak Musim Hujan

BPBD Kabupaten Batang memperkuat kesiapsiagaan dengan mengaktifkan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB).

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PEMKAB BATANG
SISTEM KOMANDO - Rakor Kesiapsiagaan Bencana di Aula Kantor PMI Kabupaten Batang, Selasa (25/11/2025). BPBD saat ini memperkuat kesiapsiagaan dengan mengaktifkan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menjelang puncak musim hujan, BPBD Kabupaten Batang memperkuat kesiapsiagaan dengan mengaktifkan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB).

Langkah ini diambil sebagai tindaklanjut arahan Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Jawa Tengah, sekaligus merespons kondisi sejumlah daerah yang sudah dilanda bencana.  

Kalakhar BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah menegaskan bahwa penetapan status siaga darurat telah mendapat persetujuan Gubernur Jateng Ahmad Lutfi.

Baca juga: Pemkab Batang Gelontorkan Beasiswa Rp5 Juta untuk 15 Guru PAUD

Aktivasi sistem komando menjadi kunci agar penanganan bencana dapat berjalan terintegrasi.  

“Dengan sistem ini, semua laporan bisa dipantau dalam satu pintu."

"Para Camat juga wajib mengaktifkan posko lapangan di wilayah masing-masing,” jelas Wawan saat rakor di Aula PMI Kabupaten Batang, Selasa (25/11/2025).  

Sistem komando tidak hanya melibatkan BPBD, tetapi juga lintas sektor yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC).

Unsur TNI, Polri, PMI, Dinsos, hingga relawan masyarakat akan turun langsung bila terjadi bencana.  

“Seperti pesan Gubernur, penanganan bencana bukan hanya tugas BPBD. Semua pemangku kebijakan harus ikut bertanggung jawab,” tegas Wawan.  

Mengacu pada peristiwa banjir dan longsor di Banjarnegara, Wawan meminta para Camat di selatan Batang segera menyiapkan langkah antisipatif.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Pemkab Batang Tegaskan Guru Harus Dilindungi Secara Hukum

Validasi data kependudukan dan penentuan lokasi evakuasi di tiap desa menjadi prioritas.

“Belajar dari Banjarnegara, desa-desa harus punya tempat evakuasi yang jelas agar warga lebih aman,” ujarnya.  

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan masih mendominasi Batang hingga Desember 2025.

Namun, Januari–Februari 2026 diprediksi menjadi puncak musim hujan yang perlu diwaspadai.  

Wakil Ketua PMI Kabupaten Batang, Putut Husamadiman memastikan kesiapan penuh mendukung BPBD.

PMI telah menyiapkan logistik, peralatan kebencanaan, hingga ratusan relawan yang siap diterjunkan.  

"Kami sudah menyiapkan perahu karet dan perlengkapan lain. Relawan PMI siap turun kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved