Bencana Longsor
Daftar Zona Rawan Longsor di Kabupaten Batang, Ada 7 Kecamatan
Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mulai meningkatkan kewaspadaan.
Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mulai meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan hasil Kajian Risiko Bencana (KRB), ada tujuh kecamatan yang dipetakan sebagai wilayah dengan potensi tinggi tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, menyebutkan daerah rawan tersebut mayoritas berada di kawasan perbukitan.
Baca juga: HUT KORPRI ke-54 dan DWP ke-26, Wabup Batang Suyono Dorong ASN Berintegritas dan Profesional
Baca juga: 500 Pohon Ditanam di Tombo, Simbol Pemulihan Hulu Batang
"Kalau bicara potensi longsor, di wilayah kita ada tujuh kecamatan. Antara lain Bandar, Bawang, Blado, Reban, Tersono, Wonotunggal, dan Gringsing,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Menurut Wawan, kondisi geografis desa-desa di wilayah tersebut memang berada di dataran tinggi sehingga rawan pergerakan tanah.
Ia mencontohkan Kecamatan Tersono yang pernah mencatatkan kejadian longsor beberapa waktu lalu.
Waspada Puncak Hujan Awal Tahun
Saat ini intensitas hujan di Batang masih tergolong normal.
Namun, BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan diperkirakan meningkat pada Januari hingga Februari 2026.
“Mulai awal tahun depan intensitas hujan akan tinggi. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Wawan.
BPBD Batang telah menggelar rapat koordinasi bersama TNI/Polri, OPD terkait, dan para camat.
Dari hasil rapat, Wawan menekankan dua instruksi penting bagi pemerintah desa, berkaca dari pengalaman penanganan longsor di Banjarnegara.
Data kependudukan valid, yang mana desa wajib memiliki data by name by address agar warga terdampak bisa segera terdeteksi.
Kemudian tempat evakuasi strategis, desa diminta menyiapkan titik kumpul dan jalur penyelamatan yang aman jika terjadi darurat.
Selain itu, BPBD memastikan kesiapan logistik.
Stok pangan sudah disinergikan dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas Kabupaten Batang.
“Insyaallah secara stok logistik dan pangan semua siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” pungkasnya.(din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251201_Tanah-Longsor.jpg)