Berita Batang
PUPUK Surabaya Dorong Perhutanan Sosial Batang Jadi Kawasan Terpadu
Upaya pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Batang mendapat dukungan serius dari NGO Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya.
Penulis: dina indriani | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Upaya pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Batang mendapat dukungan serius dari NGO Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya.
Lembaga ini mendorong agar kawasan hutan rakyat di Batang dikembangkan melalui konsep Integrated Area Development (IAD) dengan melibatkan pemerintah daerah dan lintas sektor.
Direktur PUPUK Surabaya, Sendri Lentari, menegaskan bahwa keberhasilan perhutanan sosial tidak bisa hanya bergantung pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Baca juga: Bea Cukai Kudus Musnahkan 9,5 Juta Batang Rokok Ilegal, Nilanya Mencapai Lebih dari Rp 14 Miliar
Dukungan nyata dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pihak swasta juga diperlukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Sinergi lintas instansi menjadi kunci. Dengan begitu, perhutanan sosial di Batang bisa berkembang terpadu dan memberi dampak ekonomi bagi warga,” ujarnya pada keterangan rilis, Rabu (17/12/2025).
Selama ini, Pupuk Surabaya telah mendampingi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Batang, terutama yang digerakkan oleh perempuan.
Salah satu fokusnya adalah pengembangan kopi lokal agar kualitas dan pemasarannya mampu menembus pasar nasional.
Apresiasi juga datang dari Kasubdit Kehutanan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Dyah Sih Irawati.
Ia menilai langkah PUPUK Surabaya sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat optimalisasi perhutanan sosial.
“Konsep IAD menuntut kolaborasi lintas kementerian. Dukungan NGO seperti PUPUK sangat membantu percepatan program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Dwiyati, Pengendali Ekosistem Hutan Direktorat Kewirausahaan Usaha Perhutanan Sosial KLHK, menambahkan bahwa pola agroforestri menjadi strategi utama menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami mengintegrasikan tanaman hutan dengan tanaman pangan agar tercipta kombinasi yang dinamis dan berkelanjutan,” jelasnya.
Baca juga: DPUPR Batang Gelar Lelang Dini Proyek Strategis, Pacu Ekonomi Awal Tahun
Dukungan juga disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Batang, Darsono.
Ia berharap sinergi lintas kementerian dan NGO dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.
“Program ini sangat bagus. Semoga materi yang dipaparkan bisa dipahami dan target kebermanfaatan perhutanan sosial tercapai,” pungkasnya.(din)
| Batang Masih Punya 14 Ribu RTLH, Tahun Ini DPRKP Hanya Mampu Tangani 161 Unit |
|
|---|
| Motor Nyelonong Masuk Tol via GT Kandeman Batang, Petugas JSB Kejar hingga KM 353 |
|
|---|
| Usai Dangdutan di Reban Batang, Pemuda Asal Banyuputih Dikeroyok Lima Orang, Tiga Pelaku Ditangkap |
|
|---|
| Ini Tampang Muhlisin, Penganiaya Mantan Istri di Reban Batang, Ditangkap di Cikarang |
|
|---|
| Kisah Gayuh, Pengrajin Batu Akik Batang yang Bertahan Saat Tren Sudah Meredup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251217_Pupuk-Surabaya-menggelar-sosialisasi-di-Batang_1.jpg)