Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Batang Nusantara Expo 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi

Suasana meriah itu menandai bangkitnya kembali denyut ekonomi kerakyatan lewat Batang Nusantara Expo 2025.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: raka f pujangga
IST/dok Diskominfo Batang
TINJAU STAN - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (kedua kanan) meninjau stan Batang Nusantara Expo di Jalan Veteran, Kabupaten Batang.  Gelaran yang berlangsung mulai 27 Desember 2025 hingga pergantian tahun ini menghadirkan 86 stan produk unggulan mulai dari batik khas Batang hingga kerajinan lokal, expo ini menjadi wadah kebersamaan untuk menggerakkan sektor riil.   

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Cahaya Festival Lighting yang digelar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) berpadu dengan deretan stan di sepanjang Jalan Veteran hingga Jalan Diponegoro.

Suasana meriah itu menandai bangkitnya kembali denyut ekonomi kerakyatan lewat Batang Nusantara Expo 2025.  

Gelaran yang berlangsung mulai  27 Desember 2025 hingga pergantian tahun ini menghadirkan 86 stan produk unggulan.

Baca juga: 4 Tahun Vakum, Batang Nusantara Expo Kembali Hadir dengan Konsep Kekinian

Mulai dari batik khas Batang hingga kerajinan lokal, expo ini menjadi wadah kebersamaan untuk menggerakkan sektor riil.  

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyebut expo sebagai titik balik setelah empat tahun vakum pameran besar.  

“Momentum ini menjadi kebangkitan UMKM di Batang khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Itulah kenapa kita sebut Batang Nusantara,” ujarnya usai meninjau stan di Jalan Veteran.  

Faiz menargetkan 102 ribu UMKM di Batang bisa naik kelas.

Ia menekankan pentingnya pemenuhan lima akses legal yakni tanah, pendidikan, teknologi, modal, dan pasar.  

“Kami berharap, yang mikro berubah menjadi kecil, yang kecil menjadi menengah, dan yang menengah berkembang menjadi korporasi besar,” harapnya.  

Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kementerian UKM, Ali Alkatiri, mengingatkan tantangan besar.

Meski Indonesia memiliki 57 juta UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja, mayoritas masih berada di skala mikro tanpa legalitas.  

"UMKM di Jawa Tengah masih sulit masuk rantai pasok modern. Sinergi antarlembaga penting agar 40 persen belanja pemerintah benar-benar menyentuh UMKM,” jelasnya.  

Sekretaris Menteri Koperasi RI, Ahmad Zabadi, menambahkan koperasi menjadi agregator yang melindungi petani dan nelayan dari rantai pasok yang memberatkan.

Ia mencontohkan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang menyalurkan pupuk langsung dari PT Pupuk Indonesia agar harga sesuai ketentuan.  

Baca juga: Hari Relawan PMI 2025, PMI Batang Tanam 1.300 Pohon dan Gelar Simulasi Kebencanaan

Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Wahyu Budi Santoso, memastikan expo ini bukan sekadar pameran.

Warga bisa berbelanja, mengakses layanan publik, hingga mengikuti business matching setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB hingga 1 Januari 2026.  

“Batang menatap pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2025. Dengan UMKM yang menyumbang lebih dari 56 persen PDRB, Alun-Alun Batang malam itu menjadi etalase harapan besar: ekonomi mandiri dari desa untuk Nusantara,” pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved