Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Momen Durian Jatuh di Batang Kini Berbeda: Sekarang Petani Sudah Pintar

Nama-nama seperti Gumawang dan Donorejo dikenal aktif mengembangkan kebun durian berbasis teknologi

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
Istimewa
ILUSTRASI - Bentuk durian asal Kabupaten Batang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Di tangan para petani muda Batang, momen durian jatuh kini jadi berbeda lantaran kerap diabadikan lewat kamera ponsel, lalu diunggah ke media sosial. 

Dari kebun sederhana, durian Batang perlahan dikenal lebih luas.

Memasuki awal tahun, sejumlah wilayah di Kabupaten Batang mulai memasuki masa panen durian

Sebagai salah satu sentra durian unggulan di Jawa Tengah, Batang kini tak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga cara bertani dan memasarkan hasil panen.

Baca juga: Sensasi Lumer Durian Lokal Gunungpati Semarang, Pak Robert: Soal Rasa Tak Perlu Pembelaan

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Irhas F Wibowo, menyebut durian telah menjadi komoditas primadona, terutama di kalangan petani milenial.

“Sekarang petani sudah pintar. Durian jatuh langsung diunggah ke media sosial,” kata Irhas kepada Tribunjateng, Minggu (11/1/2026).

Fenomena ini terlihat jelas di kawasan Pecalungan. 

Di wilayah ini, petani-petani muda mulai mengelola kebun durian dengan pendekatan modern. 

Sebagian bahkan mengembangkan konsep greenhouse durian, sesuatu yang dulu jarang dibayangkan dalam budidaya tanaman keras.

Nama-nama seperti Gumawang dan Donorejo dikenal aktif mengembangkan kebun durian berbasis teknologi. 

Aktivitas mereka di kebun tak hanya soal panen, tetapi juga edukasi, promosi, hingga interaksi langsung dengan calon pembeli melalui media sosial.

Tak hanya Pecalungan, geliat petani durian juga tampak di Tegalombo, Kecamatan Tersono. 

Di sana, seorang petani bernama Tabah mengelola kebun durian yang kini mulai didatangi pembeli dari luar daerah. 

Sementara di Pecalungan Gumawang, Yanuandrian dikenal sebagai petani yang konsisten membagikan proses perawatan hingga panen durian melalui media sosial.

Sentra durian lainnya tersebar di Sumber, Kecamatan Wonotunggal, wilayah pesisir Ketanggan, Kecamatan Gringsing, hingga Tambahrejo, Kecamatan Bandar. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved