Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Usia Warga Batang Kian Panjang, tapi Ancaman TBC dan Malaria Mengintai di Kehidupan Sehari-hari

Faiz menegaskan, angka-angka itu mewakili wajah-wajah warga yang sedang berjuang melawan penyakit. 

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
BUPATI BATANG - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat rakor di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang. (Dok. Kominfo Batang) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat, angka harapan hidup masyarakat pada 2025 naik menjadi 75,35 tahun, meningkat dari 75,01 tahun pada 2024. 

Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi cerminan dari makin banyak warga yang bisa hidup lebih sehat dan produktif di usia lanjut.

Menurut Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, peningkatan tersebut merupakan hasil nyata dari berbagai program kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat.

Baca juga: Saat PKL Batang di Persimpangan, Bertahan di Trotoar atau Pindah Demi Tertib Kota

“Ini hasil kegiatan, program, kebijakan, dan intervensi pemerintah daerah yang tercapture dalam data 2025,” kata Bupati Batang kepada Tribunjateng, Jumat (16/1/2026).

Tak hanya itu, perbaikan juga terlihat pada anak-anak Batang

Prevalensi stunting turun dari 9,58 persen menjadi 9,43 persen, menandakan upaya pemenuhan gizi mulai membuahkan hasil.

Angka kematian bayi pun turun signifikan, dari 128 kasus menjadi 81 kasus pada 2025.

Namun, di balik kabar baik tersebut, masih ada cerita lain yang tak kalah penting. 

Di beberapa wilayah, warga masih berjibaku dengan penyakit menular. 

Kasus tuberkulosis (TBC) melonjak dari 1.420 menjadi 1.570 kasus, sementara malaria meningkat dua kali lipat dari 9 menjadi 18 kasus.

Faiz menegaskan, angka-angka itu mewakili wajah-wajah warga yang sedang berjuang melawan penyakit. 

Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret.

“Kenaikan ini tidak bisa dianggap sepele. Perlu langkah cepat dan terkoordinasi, termasuk pembentukan satgas khusus malaria dan TBC,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penurunan kasus HIV dari 186 menjadi 181 kasus, namun mengingatkan bahwa masih ada potensi kasus yang belum terdeteksi. 

“Coverage pemeriksaan harus diperluas, supaya tidak ada warga yang luput dari layanan,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved