Berita Batang
DPUPR Batang Respons Kritik Dewan soal Pembangunan Jalan Parsial, Terkait Keterbatasan Anggaran
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menegaskan pihaknya tidak alergi terhadap kritik selama disampaikan secara terukur dan masuk akal
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dapat kritik dari DPRD Kabupaten Batang terkait pembangunan jalan dan drainase yang dinilai dikerjakan secara parsial mendapat respons terbuka dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Batang.
Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, menegaskan pihaknya tidak alergi terhadap kritik selama disampaikan secara terukur dan masuk akal.
“Terkait kritik dewan, enggak apa-apa. Siapapun kalau memberi masukan atau kritikan, kami oke. Dan tadi kritikannya masuk akal semua,” kata Endro kepada Tribunjateng, Selasa (3/2/2026).
Ia mengakui, kondisi di lapangan saat ini memang menunjukkan adanya pembangunan yang dilakukan secara bertahap atau terbagi - bagi.
Baca juga: Bupati Batang Soroti Ketidaksinkronan Data OPD dengan Bapperida
Hal tersebut tidak terlepas dari keterbatasan anggaran yang harus dibagi ke berbagai titik.
“Faktanya sekarang memang dibagi-bagi. Istilahnya ada Rp1 miliar, Rp1 miliar, dan lain-lain. Tapi kritikan itu menjadi evaluasi bagi TAPD dan dinas teknis kami,” jelasnya.
Endro menambahkan, setiap masukan dari legislatif akan menjadi perhatian khusus, terutama yang berkaitan langsung dengan dampak ke masyarakat, seperti persoalan jalan dan drainase.
Menanggapi kemungkinan perubahan sistem pengerjaan, termasuk opsi lelang atau sistem baru agar pembangunan lebih terintegrasi, Endro menyebut hal tersebut masih dalam tahap kajian.
“Itu menjadi kajian. Keputusan nantinya ada di TAPD. Mereka melihat dari lima sisi, mulai dari kebutuhan kemendesakan, visi-misi Bupati, efisiensi, keberlanjutan, dan pertimbangan lainnya,” ungkapnya.
Salah satu kritik yang mencuat adalah kondisi drainase di Jalan Patimura, yang dinilai buntu dan dikerjakan secara sepotong - sepotong sehingga memicu genangan air saat hujan.
Menanggapi hal tersebut, Endro membenarkan kondisi tersebut dan mengakui bahwa persoalan drainase menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi secara menyeluruh.
“Betul, betul. Itu memang menjadi perhatian,” tuturnya.
DPUPR Batang, tetap berkomitmen menjadikan kritik dewan sebagai bahan evaluasi agar ke depan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan drainase, bisa lebih terencana, berkelanjutan, dan tidak lagi bersifat parsial. (Ito)
| Iming-iming Uang Ratusan Juta Rupiah Diduga Jadi Awal Mula Video Bandar Membara Bergetar |
|
|---|
| Lawan Stunting Lewat Dapur, Festival Gemarikan Batang Ubah Ikan Jadi Menu Kreatif Keluarga |
|
|---|
| Berkaca dari Kasus Little Aresha Jogja, DP3AP2KB Batang Pastikan 14 Daycare Berizin Layak Operasi |
|
|---|
| Limbah Batu Bara Jadi Penyelamat Laut Batang, Terumbu Buatan Tarik Hiu dan Lumba - lumba |
|
|---|
| Prihatin Kasus Kekerasan Anak dan Pekerja Anak, Ketua TP PKK Batang Desak Pengawasan Ketat Daycare |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260203Batang.jpg)