Berita Batang
Iming-iming Uang Ratusan Juta Rupiah Diduga Jadi Awal Mula Video Bandar Membara Bergetar
Iming-iming uang ratusan juta diduga menjadi awal mula tersebarnya video asusila pasangan muda asal Kecamatan Bandar
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Iming-iming uang ratusan juta diduga menjadi awal mula tersebarnya video asusila pasangan muda asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, yang kini viral di berbagai media sosial dan grup percakapan.
Kasus yang kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang itu mengungkap dugaan modus eksploitasi digital melalui media sosial hingga berujung penyebaran konten pribadi korban.
Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti mengatakan, penyelidikan saat ini tidak hanya fokus pada pemeran dalam video, tetapi juga memburu pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman tersebut.
“Untuk saat ini sudah kami lakukan penyidikan. HP terduga sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik di Semarang untuk mengembalikan memori dan video-video yang ada di dalamnya,” kata Ipda Maulidya kepada Tribunjateng, Kamis (30/4/2026).
Menurut Maulidya, polisi juga tengah mendalami kemungkinan penetapan tersangka usai gelar perkara dilakukan.
“Rencana ke depan akan dilakukan penetapan tersangka, baik dari kedua belah pihak ataupun salah satu pihak, masih perlu pendalaman,” ucapnya.
Baca juga: Viral Pelaku Penipuan Online Dilepas Usai Bayar Rp600 Juta ke Polisi
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap bahwa pelaku laki - laki diduga tergiur tawaran uang fantastis hingga Rp 220 juta dari akun misterius di Telegram.
Awalnya, akun tersebut membangun komunikasi melalui TikTok dengan modus kerja sama konten biasa.
Pelaku diminta mengirim video dan foto non-sensitif, seperti konten pemandangan maupun bahan endorse.
Untuk meyakinkan korban, akun itu beberapa kali mengirim uang dengan nominal bertahap.
“Pertama Rp100 ribu, lalu Rp200 ribu, kemudian Rp150 ribu dan Rp300 ribu. Total sekitar Rp750 ribu,” ungkapnya.
Setelah rasa percaya terbentuk, muncul tawaran besar senilai Rp220 juta untuk mengirim video pribadi yang bersifat sensitif melalui Telegram.
Namun bukannya mendapat uang ratusan juta, video tersebut justru bocor dan tersebar luas di berbagai platform media sosial setelah dikirim.
“Setelah dikirim di Telegram, orang tersebut hilang dan videonya sudah tersebar di seluruh platform,” jelasnya.
Polisi menduga pihak perempuan tidak mengetahui video tersebut masih tersimpan maupun diduplikasi secara diam-diam.
| Lawan Stunting Lewat Dapur, Festival Gemarikan Batang Ubah Ikan Jadi Menu Kreatif Keluarga |
|
|---|
| Berkaca dari Kasus Little Aresha Jogja, DP3AP2KB Batang Pastikan 14 Daycare Berizin Layak Operasi |
|
|---|
| Limbah Batu Bara Jadi Penyelamat Laut Batang, Terumbu Buatan Tarik Hiu dan Lumba - lumba |
|
|---|
| Prihatin Kasus Kekerasan Anak dan Pekerja Anak, Ketua TP PKK Batang Desak Pengawasan Ketat Daycare |
|
|---|
| Liburan ke Surabaya Berujung Duka, Pria Asal Bekasi Meninggal Saat Transit di Penginapan Batang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260430_Ipda-Maulidya-Nur-Maharanti.jpg)