Berita Batang
Batang Genjot Serapan Tenaga Kerja Lokal lewat Platform Digital dan Program Pelatihan Gratis
Pemkab Batang mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja lokal dengan memadukan inovasi digital dan program pelatihan gratis.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja lokal dengan memadukan inovasi digital dan program pelatihan gratis.
Langkah ini menjadi strategi utama menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja yang mencapai sekitar 5.800 orang sepanjang 2026.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan, pemerintah daerah kini tidak hanya mengandalkan rekrutmen konvensional, tetapi juga menghadirkan platform digital Batang Career untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih cepat dan transparan.
Baca juga: Pemkab Batang Siapkan Pembaruan Kapal Keruk Senilai Rp 5 Miliar pada 2027
“Melalui sistem ini, perusahaan bisa langsung memantau ketersediaan tenaga kerja, termasuk komposisi tenaga kerja lokal, difabel, hingga tenaga kerja asing. Ini bagian dari upaya menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang terbuka,” kata Bupati M Faiz kepada Tribunjateng, Selasa (5/5/2026).
Satu di antara fitur unggulan dalam platform tersebut adalah pencarian tenaga kerja berbasis radius.
Perusahaan dapat menemukan kandidat terdekat dari lokasi industri, mulai dari jarak 1 hingga 10 kilometer.
Skema ini dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat sekitar dalam dunia industri.
Tak hanya itu, Pemkab Batang juga mengakselerasi program Dapat Kerja (Daker) yang menargetkan 3.500 peserta tahun ini.
Program ini memberikan pelatihan keterampilan secara gratis bagi masyarakat yang belum memenuhi kualifikasi industri.
“Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah. Harapannya, masyarakat Batang bisa lebih siap bersaing dan terserap di dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Batang Suprapto menyebutkan, mayoritas kebutuhan tenaga kerja didominasi lulusan SLTA, yakni sekitar 4.000 posisi.
Sisanya membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus dari jenjang pendidikan D1 hingga S3.
Dia juga menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa asing seperti Mandarin dan Korea, seiring masuknya investasi dan perusahaan baru di wilayah Batang.
“Setiap tahun, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan terus meningkat antara 3.000 hingga 4.500 orang. Ini peluang besar bagi masyarakat lokal jika mampu meningkatkan keterampilan,” ucap Suprapto.
Selain mempermudah proses rekrutmen, sistem Batang Career juga dilengkapi fitur pembuatan CV, percepatan respons lamaran, hingga integrasi data jaminan sosial tenaga kerja seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Dengan berbagai terobosan tersebut, Pemkab Batang optimistis dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan di tengah pesatnya pertumbuhan industri di daerah. (Ito)
Baca juga: Ribuan Anak Putus Sekolah di Batang, Bupati Faiz Siapkan Sayembara Pendidikan untuk Desa
| Bukti Terbaru Kasus Viral Video Asusila di Batang, Dijual Pacar Korban Seharga Rp220 Juta |
|
|---|
| Pemkab Batang Siapkan Pembaruan Kapal Keruk Senilai Rp 5 Miliar pada 2027 |
|
|---|
| Nelayan Batang Mengadu ke DPRD, Harga Solar Melonjak hingga Rp30 Ribu Bikin Kapal Anggur |
|
|---|
| Ribuan Anak Putus Sekolah di Batang, Bupati Faiz Siapkan Sayembara Pendidikan untuk Desa |
|
|---|
| DP3AP2KB Batang Tangani 65 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak 2025, Didominasi Kekerasan Seksual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260505_Bupati-Batang-M-Faiz-Kurniawan.jpg)