Sabtu, 16 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Guru Batang Naik Kelas Digital, AI Dipakai Pangkas Administrasi hingga Bikin Murid Betah Belajar

Ketua penyelenggara, Dinok Sudiami mengatakan, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari sehingga guru perlu beradaptasi agar tidak tertinggal

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Dok PGRI Batang
GURU - Ketua penyelenggara Dinok Sudiami memberikan sambutan saat Workshop AI di Aula SMPN 1 Batang, Kabupaten Batang.Tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sebanyak 65 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Batang berkumpul di Aula SMPN 1 Batang, untuk belajar memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu pembelajaran, Jumat (15/5/2026).  

Guru Batang Naik Kelas Digital, AI Dipakai Pangkas Administrasi hingga Bikin Murid Betah Belajar
‎‎
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sebanyak 65 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Batang berkumpul di Aula SMPN 1 Batang, untuk belajar memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu pembelajaran, Jumat (15/5/2026). 

Workshop yang digelar UMKABA bersama APKS PGRI Kabupaten Batang ini mengajarkan para pendidik cara menggunakan AI guna memangkas pekerjaan administrasi, menyusun materi ajar lebih cepat, hingga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.

Kegiatan ini menjadi langkah awal mendorong transformasi digital pendidikan di Kabupaten Batang.

Ketua penyelenggara, Dinok Sudiami mengatakan, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari sehingga guru perlu beradaptasi agar tidak tertinggal. 

Menurutnya, AI justru dapat menjadi sahabat edukatif bagi guru jika digunakan secara tepat.

“Selama ini banyak yang khawatir AI menggantikan peran guru. Padahal AI itu alat bantu. Guru tetap menjadi pusat pembelajaran karena memiliki sentuhan emosional dan nilai karakter yang tidak dimiliki teknologi,” kata Dinok kepada Tribunjateng, Jumat (15/5/2026). 

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajak mencoba langsung berbagai platform AI untuk membantu menyusun modul ajar, membuat asesmen, merancang media pembelajaran hingga mencari ide pembelajaran interaktif dalam waktu singkat.

Ketua PGRI Batang M. Arief Rohman menegaskan, guru di era sekarang tidak cukup hanya menguasai metode mengajar konvensional. 

Kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan agar proses belajar lebih relevan dengan generasi muda saat ini.

“Anak-anak sekarang hidup di era digital. Maka gurunya juga harus berkembang. Jangan sampai murid lebih cepat beradaptasi dibanding gurunya,” kata Arief. 

Sementara itu, anggota Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Jawa Tengah, Utomo, menilai pemanfaatan AI dapat membantu guru mengurangi beban administratif yang selama ini cukup menyita waktu. 

Dengan begitu, guru dapat lebih fokus membangun karakter, empati dan komunikasi dengan peserta didik.

“Kalau administrasi bisa dibantu AI dalam hitungan menit, energi guru bisa dialihkan untuk mendampingi siswa secara lebih maksimal,” jelasnya.

Tak hanya teori, workshop juga diisi praktik membuat konten pembelajaran kreatif berbasis AI. 

Para guru tampak antusias mencoba membuat materi interaktif agar suasana belajar di kelas menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton.

Melalui kegiatan tersebut, para pendidik berharap sekolah-sekolah di Batang mulai lebih terbuka terhadap pemanfaatan teknologi secara bijak. 

Di tengah derasnya perkembangan digital, guru dinilai tetap memegang peran utama sebagai pembentuk karakter generasi muda, sementara AI hadir sebagai alat pendukung untuk memperkuat kualitas pembelajaran. (Ito) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved