Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Fondasi Jembatan 1 Kesambi Ambles, Sam’ani: Perbaikan Selesai 11 Hari ke Depan

Pemerintah Kabupaten Kudus menjanjikan perbaikan jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus selesai dalam 11 hari

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Istimewa/Diskominfo Kudus
PERBAIKAN JEMBATAN - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau perbaikan jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (8/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menjanjikan perbaikan jembatan 1 Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus selesai dalam 11 hari ke depan.

Perbaikan tersebut dilakukan setelah fondasi jembatan ambles setelah diterjang tinggi debit air dan tumpukan sampah.

“Infrastruktur ini menjadi akses vital bagi mobilitas warga, sehingga pemulihannya diprioritaskan,” kata Sam’ani dalam keterangan tertulisnya.

Sam’ani menjamin perbaikan jembatan berjalan sesuai standar. Baik dari sisi teknis maupun kualitas konstruksi. Pihaknya menegaskan bahwa percepatan dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.

Baca juga: Sam’ani: Koordinasi Forkopimda Jamin Keamanan dan Kenyamanan Nataru di Kudus

“Kami memerintahkan Dinas PUPR untuk menuntaskan perbaikan dalam 11 hari ke depan, namun tetap menjaga kualitas dan spesifikasi teknis,” kata Sam’ani dalam keterangan tertulisnya.

Pemkab Kudus juga mengapresiasi dukungan aparat kepolisian dan masyarakat yang terlibat dalam proses penanganan. Dalam penanganan fondasi jembatan yang ambles tersebut, memang melibatkan banyak pihak.

“Terima kasih kepada Polres Kudus dan warga yang telah mendukung kelancaran pekerjaan ini. Perbaikan jembatan ini sangat penting agar aktivitas ekonomi, sosial, hingga akses wisata kembali aman dan berjalan normal,” kata Sam’ani.

Sebelumnya, jembatan 1 Desa Kesambi nyaris roboh setelah diterjang tingginya debit air disertai tumpukan sampah pada Kamis 4 Desember 2025. Akibatnya, dipasang pagar bambu di kedua sisi jembatan agar tidak dilewati oleh warga.

Pantauan di lokasi, jembatan yang membentang di atas Sungai Piji tersebut pondasinya ambles di sisi timur sekitar satu meter. Sedangkan di sisi barat, jembatan dalam kondisi retak. Kondisi ini membuat jembatan sedikit miring.

Di saat yang sama, debit air yang mengalir di Sungai Piji terbilang tinggi. Air keruh berwarna cokelat tersebut mengalir sembari membawa material sampah yang menyangkut di jembatan 1 Desa Kesambi.

Tumpukan sampah ini membuat permukaan aliran sungai tertutup. Sampah-sampah yang terbawa dari hulu Sungai Piji tersebut berupa potongan ranting pohon, kayu, plastik, dan stirofoam.

Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri menjelaskan, sebelum fondasi jembatan ambles terjadi hujan deras sekitar setengah jam sejak pukul 11.00 sampai 11.30. Sesaat setelahnya debit air mulai naik sekitar pukul 12.50. Saat itulah sampah mulai menumpuk di bawah jembatan 1 Kesambi.

“Saat air datang luar biasa, sampah juga ikut mengalir dan kemudian tersangkut,” kata Masri.

Debit air yang tinggi ditambah adanya tumpukan sampah yang menyangkut di pilar jembatan 1 Kesambi akhirnya menggerus fondasi jembatan. Pada pukul 13.40 fondasi jembatan mulai retak dan kemudian ambles. 

“Fondasi jembatan patah satu meter dan tidak bisa dilewati karena ambles. Kondisinya (jembatan) miring (sisi) barat naik dan (sisi) timur turun karena fondasinya turun,” kata Masri. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved