Berita Kudus
Pemprov Jateng Terjunkan Tim Mitigasi Tambang Galian C Buntut Banjir dan Longsor di Muria Raya
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Pegunungan Muria direspons langsung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Pegunungan Muria direspons langsung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Selain menerjunkan bantuan logistik dan alat berat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menerjunkan tim khusus untuk mitigasi penyebab terjadinya bencana alam. Satu di antaranya menyoroti adanya aktivitas penambangan.
Di Kabupaten Jepara, ada beberapa daerah yang terlihat adanya aktivitas penambangan. Di antaranya ada di Kecamatan Nalumsari dan Kecamatan Mayong.
Baca juga: Beri Perhatian Penuh, Taj Yasin Sentuh Pengungsi Bencana Banjir Kudus
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, debit air hujan yang begitu tinggi bisa mengakibatkan banjir dan longsor.
Pihaknya sudah mengecek kondisi di wilayah Pegunungan Muria bagian Kabupaten Jepara yang disebut tidak ada aktivitas penambangan. Yang ada di wilayah Kabupaten Kudus.
Namun, tim diterjunkan untuk mitigasi dan mengecek tambang-tambang yang berpotensi ilegal dan berpotensi menyebabkan bencana.
"Akan kami tindak. Semuanya akan kita audit," terangnya usai mengecek dampak bencana di jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, kemarin.
Kata Wagub, audit dilakukan untuk memetakan mana saja tambang-tambang ilegal dan legal yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Sekaligus melihat dampak yang berpotensi merusak alam dan menyebabkan bencana, melalui kajian.
"Kita akan turunkan dulu tim mitigasi, bagaimana laporannya nanti, bagaimana hasilnya, bagaimana rekapannya. Seperti di Gunung Slamet ada satu (aktivitas penambangan) yang sudah kita hentikan," tegasnya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menuturkan, penanganan bencana hingga, Rabu (14/1/2026) masih difokuskan di Desa Tempur.
Saat ini akses jalan yang sempat terputus baru terbuka untuk lewat sepeda motor dan jalan kaki. Sudah berfungsi sebagai jalur darurat untuk distribusi logistik dan keluar masuk masyarakat.
Namun, mobil dan alat berat ekskavator belum bisa melintas, sehingga masih ada belasan titik longsoran menuju Desa Tempur yang belum bisa tertangani.
"Fokus kami adalah membuat akses jalan dulu agar alat berat bisa lewat. Supaya bisa membantu penanganan material longsoran yang belum tertangani, karena batunya besar-besar," tegasnya. (Sam)
| Bupati Kudus Ingin Koperasi Desa Merah Putih Mampu Perkuat Ekonomi Desa |
|
|---|
| BRI Serahkan Ambulans untuk Masjid di Kudus |
|
|---|
| Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Motor di Loram Kulon Kudus |
|
|---|
| Kronologi Mahasiswa Pendaki Terjatuh ke Jurang Argopiloso Kudus: Kelelahan dan Jalur Licin |
|
|---|
| Polres Kudus Tangkap Lima Remaja Konvoi dan Geruduk Perumahan Bawa Senjata Tajam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260114_KUDUS4.jpg)