Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Pemprov Jateng Terjunkan Tim Mitigasi Tambang Galian C Buntut Banjir dan Longsor di Muria Raya

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Pegunungan Muria direspons langsung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
ILUSTRASI - Alat berat ekskavator diterjunkan untuk memindah arus sungai di kawasan Pegunungan Muria Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang melebar dampak banjir, Rabu (14/1/2026). Pemprov Jateng bakal mitigasi aktivitas tambang yang berpotensi merusak alam dan menyebabkan bencana. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di kawasan Pegunungan Muria direspons langsung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selain menerjunkan bantuan logistik dan alat berat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menerjunkan tim khusus untuk mitigasi penyebab terjadinya bencana alam. Satu di antaranya menyoroti adanya aktivitas penambangan.

Di Kabupaten Jepara, ada beberapa daerah yang terlihat adanya aktivitas penambangan. Di antaranya ada di Kecamatan Nalumsari dan Kecamatan Mayong.

Baca juga: Beri Perhatian Penuh, Taj Yasin Sentuh Pengungsi Bencana Banjir Kudus

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, debit air hujan  yang begitu tinggi bisa mengakibatkan banjir dan longsor.

Pihaknya sudah mengecek kondisi di wilayah Pegunungan Muria bagian Kabupaten Jepara yang disebut tidak ada aktivitas penambangan. Yang ada di wilayah Kabupaten Kudus.

Namun, tim diterjunkan untuk mitigasi dan mengecek tambang-tambang yang berpotensi ilegal dan berpotensi menyebabkan bencana.

"Akan kami tindak. Semuanya akan kita audit," terangnya usai mengecek dampak bencana di jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, kemarin.

Kata Wagub, audit dilakukan untuk memetakan mana saja tambang-tambang ilegal dan legal yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Sekaligus melihat dampak yang berpotensi merusak alam dan menyebabkan bencana, melalui kajian.

"Kita akan turunkan dulu tim mitigasi, bagaimana laporannya nanti, bagaimana hasilnya, bagaimana rekapannya. Seperti di Gunung Slamet ada satu (aktivitas penambangan) yang sudah kita hentikan," tegasnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menuturkan, penanganan bencana hingga, Rabu (14/1/2026) masih difokuskan di Desa Tempur.

Saat ini akses jalan yang sempat terputus baru terbuka untuk lewat sepeda motor dan jalan kaki. Sudah berfungsi sebagai jalur darurat untuk distribusi logistik dan keluar masuk masyarakat.

Namun, mobil dan alat berat ekskavator belum bisa melintas, sehingga masih ada belasan titik longsoran menuju Desa Tempur yang belum bisa tertangani.

"Fokus kami adalah membuat akses jalan dulu agar alat berat bisa lewat. Supaya bisa membantu penanganan material longsoran yang belum tertangani, karena batunya besar-besar," tegasnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved