Berita Pati
Bulog Gelontorkan Minyakita di Pati, Hanik: Jadi Penyelamat Dompet Warga
500 ribu liter MinyaKita disiapkan setiap bulan untuk wilayah eks-Karesidenan Pati meliputi Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Hanik, pedagang sembako di Pasar Puri Baru Pati, kini bisa bernapas lega.
Di tengah meroketnya harga minyak goreng curah yang menembus angka Rp18.000 per kilogram, kehadiran MinyaKita dari Bulog menjadi penyelamat bagi lapaknya dan dompet para pelanggan.
"MinyaKita ini, saya bisa jual dengan harga yang lebih ramah untuk masyarakat."
"Peminatnya banyak, sehari bisa jual 5 sampai 10 dus," ungkap Hanik, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Mengenal Leptospirosis Penyakit Mematikan Saat Banjir, Sudah Renggut 4 Nyawa di Pati
• Maling Kesakitan Terjungkal ke Selokan di Semarang: Sangkar Hancur, Burung Terbang ke Pemilik
Untuk memastikan pedagang seperti Hanik bisa terus melayani masyarakat dengan harga terjangkau, Bulog Kantor Cabang (KC) Pati gencar melakukan aksi "menghijaukan" pasar.
500 ribu liter MinyaKita disiapkan untuk didistribusikan setiap bulan ke wilayah eks-Karesidenan Pati meliputi Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora.
Pemimpin Bulog KC Pati, Meitha Nova Riany menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar harga di tingkat konsumen tetap terjaga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kami menghijaukan pasar dengan MinyaKita. Tergetnya 500 ribu liter per bulan di eks-Karesidenan Pati."
"Belum ada dua pekan sudah 100 ribu liter kami salurkan ke pasar," kata dia.
Distribusi MinyaKita ini merupakan langkah pemerintah menstabilkan harga dan memudahkan konsumen. Harga MinyaKita dibanderol Rp15.700 per liter.
Langkah Bulog ini mendapat apresiasi dari Disdagperin Kabupaten Pati.
Penyaluran langsung ke pasar-pasar dinilai efektif memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga harga tidak melambung di atas ketentuan.
"Harga sebelumnya memang sempat di atas HET. Kami berterima kasih kepada Bulog karena program ini langsung dirasakan konsumen akhir, sehingga harga di Bumi Mina Tani kembali stabil," ujar Kabid Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti.
Pihak Bulog bersama Satgas Pangan berkomitmen untuk menuntaskan penyaluran target 500 ribu liter tersebut pada pekan pertama Februari 2026.
Dengan pengawasan ketat dari tim gabungan, diharapkan tidak ada lagi permainan harga yang memberatkan pedagang maupun pembeli. (*)
Baca juga: Pembunuh Balita di Cilacap Sering Akses Film Porno dari Hp
• Swadaya Warga Tambaksari Semarang Bangun Jembatan Darurat, Pilus: Jangan Jadikan Solusi Permanen
| Bayi Laki-laki Dibuang dalam Tas Belanja Jadi Rebutan di Pati, 4 Keluarga Sudah Antre Adopsi |
|
|---|
| Buru Orang Tua yang Buang Bayi di Pati, Polisi Telusuri Data dari Bidan Desa |
|
|---|
| Duduk Perkara Sengketa Lahan Kantor Desa Sambirejo Pati |
|
|---|
| Begini Kondisi Kesehatan Bayi Laki-Laki Dibuang dalam Tas Belanja di Juwana Pati |
|
|---|
| Akhirnya, Polisi Ciduk 2 Maling Laptop SDN 3 Mulyoharjo Pati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260201-_-Distribusi-Minyakita-di-Pasar-Puri-Baru-Pati.jpg)