Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Tragedi Tongtek Terjadi Lagi di Pati, Pemuda Dukuhseti Dikeroyok

Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, saat sedang mencari menu santap sahur.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
Istimewa/POLRESTA PATI
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP pengeroyokan di Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Senin (16/3/2026). Seorang pemuda dikeroyok gerombolan orang yang sedang melakukan tongtek pada Minggu (15/3/2026) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. 

Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak mencari menu sahur pada Minggu (16/3/2026) sekira pukul 02.30 di sekitar Perempatan Mantri Yono, Desa Ngagel.

Korban diketahui berinisial MAS (19), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. 

Saat kejadian, korban bersama dua rekannya, yakni GDS (20) dan LAO (17) mengendarai sepeda motor Beat dengan berboncengan tiga orang untuk membeli makan sahur.

Baca juga: 2 Kasus Pengeroyokan Tongtek Waktu Sahur di Pati: Korban Meninggal Akibat Luka Tusuk

Kecelakaan Beruntun Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil di Tol Batang, Berikut Kronologinya

Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri menjelaskan, kejadian bermula ketika korban dan dua temannya melintas di Jalan Desa Ngagel dan berpapasan dengan sekelompok orang yang sedang melakukan kegiatan tongtek atau membangunkan warga untuk sahur.

"Unit Reskrim Polsek Dukuhseti telah menerima laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang terjadi di Desa Ngagel,” ujar AKP Ali Mashuri, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, salah satu dari kelompok tongtek diduga melakukan provokasi dengan berteriak menyebut desa asal korban. 

Setelah itu beberapa orang dari rombongan tersebut mencoba melakukan pemukulan terhadap korban.

“Berdasarkan keterangan pelapor, kemudian ada sekira enam orang yang mencoba memukul korban, bahkan ada yang membawa tongkat kayu."

"Namun pukulan tersebut tidak mengenai korban karena mereka berusaha menghindar,” jelasnya.

Korban kemudian menambah kecepatan motor untuk menghindari kejaran.

Namun sesampainya di sekitar lokasi cucian mobil, korban diadang oleh motor PCX merah yang berada di tengah jalan.

“Pada saat itu, ada seseorang yang juga berusaha memukul korban, namun tidak mengenai. Kemudian seorang pria yang mengenakan jaket hitam melempar batu yang mengenai wajah korban,” kata AKP Ali Mashuri.

Tidak hanya itu, di belakang motor PCX tersebut terdapat motor Vario yang juga mengadang.

Motor tersebut menyenggol roda kendaraan korban hingga akhirnya korban bersama dua rekannya terjatuh di jalan.

“Setelah korban terjatuh, salah satu saksi berteriak kepada kelompok tersebut sehingga rombongan itu kemudian pergi meninggalkan lokasi,” lanjut AKP Ali Mashuri.

Baca juga: Satreskrim Polresta Pati Hadirkan Layanan Titip Kendaraan Gratis Selama Libur Lebaran 2026

Hartono Sopir Bus Mengira Rombongan Acara Bukber, Ternyata Pejabat Pemkab Cilacap Hasil OTT KPK

Polisi yang menerima laporan pada Senin (16/3/2026) pagi langsung melakukan sejumlah langkah awal. Mulai dari menerima laporan pengaduan, melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, hingga olah TKP.

“Kami juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, foto luka korban, serta video yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk kepentingan penyelidikan,” ungkap AKP Ali Mashuri.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi para pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya."

"Apabila sudah teridentifikasi, para pelaku akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas AKP Ali Mashuri.

Kapolsek Dukuhseti mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama kegiatan membangunkan sahur agar tidak menimbulkan konflik ataupun tindakan yang melanggar hukum.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar kegiatan membangunkan sahur dilakukan secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain,” pungkas AKP Ali Mashuri. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved