Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mudik Lebaran 2026

3 Vihara di Pati Bisa Disinggahi Pemudik: Tersedia Kasur Buat Istirahat

Vihara di Kabupaten Pati ini menjadi rekomendasi tempat untuk melepas lelah atau beristirahat bagi para pemudik yang melintas Pantura.

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
Istimewa/KEMENAG KABUPATEN PATI
VIHARA PATI - Petugas KUA Juwana Pati, Kisruh Adi Setiawan menunjukkan Vihara Lokapanna Sampurna di Desa Growong Lor yang menjadi salah satu tempat yang disediakan Kemenag untuk tempat istirahat bagi pemudik, Selasa (17/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Demi berkontribusi memberikan kenyamanan bagi para pemudik, Kemenag Kabupaten Pati merekomendasikan tempat-tempat ibadah menjadi rest area. 

Uniknya, tempat ibadah yang dimaksud bukan hanya masjid atau musala, melainkan juga tempat ibadah umat agama lain.

Tak terkecuali vihara atau wihara yang merupakan rumah ibadah bagi umat Buddha.

Vihara juga menjadi rekomendasi tempat untuk melepas lelah di tengah perjalanan mudik.

Baca juga: Berkah Program Mudik Gratis, Andi Perantauan Asal Jaken Pati Hemat Jutaan Rupiah

Bus PO Haryanto Kecelakaan di Tol Batang, Tabrak 5 Mobil, Haji Haryanto Kudus: Bukan Milik Kami

Kisah Edi Mudik Dorong Gerobak Siomay dari Cilacap ke Pemalang: Penuhi Nazar

Di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, terdapat tiga vihara yang ditunjuk oleh Kemenag sebagai tempat rehat bagi pemudik. 

Ketiga vihara tersebut adalah Vihara Shaddhadipa di Desa Sejomulyo, Vihara Lokapanna Sampurna di Desa Growong Lor, dan Vihara Vidyaloka di Desa Pekuwon.

Penyuluh Agama Buddha KUA Kecamatan Juwana, Kisruh Adi Setiawan mengonfirmasi bahwa ketiga vihara ini terbuka sebagai tempat beristirahat bagi siapa pun yang sedang mudik

"Ini menjadi kesempatan baik bagi umat Buddha untuk bisa membantu teman-teman yang sedang perjalanan mudik dan berpuasa."

"Kami pun diperkuat adanya surat dari Kemenag untuk bisa menjadikan vihara yang ramah pemudik," jelas dia, Selasa (17/3/2026).

Dia menegaskan, semua umat beragama dapat singgah, beristirahat, bahkan menginap di vihara yang telah dilengkapi fasilitas bagi pemudik ini.

"Ketika orang mudik, mereka capek. Butuh istirahat, butuh toilet. Nggak harus memandang agama apa."

"Kalau kami punya fasilitas yang bisa dimanfaatkan dan mereka mau, silakan."

"Intinya kami tidak membatasi dari Buddhis saja, non-Buddhis kalau berkenan istirahat di vihara juga kami layani," ujar Adi.

Menurut dia, program vihara ramah pemudik baru dijalankan tahun ini.

Dia berharap program ini bisa memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved