Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Antisipasi Tawuran, Siswa SMK dan SMA di Kudus Deklarasi Damai

Sejumlah siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus menggelar deklarasi damai di lapangan indoor SMA 2 Kudus, Senin (11/5/2026).

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
DEKLARASI DAMAI-Sejumlah siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus tengah mengokuti deklarasi damai yang digelar di lapangan indoor SMA 2 Kudus, Senin (11/5/2026). Deklarasi ini untuk mencegah terjadinya tawuran antarpelajar. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sejumlah siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus menggelar deklarasi damai di lapangan indoor SMA 2 Kudus, Senin (11/5/2026).

Deklarasi ini merupakan respons sekaligus untuk mencegah terjadinya tawuran yang melibatkan pelajar di Kudus beberapa waktu lalu.

Dalam deklarasi bersama ini dihadiri oleh perwakilan dari 47 SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus

Seusai menggelar deklarasi, masing-masing perwakilan siswa tersebut membubuhkan tanda tangan pada sebuah banner sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kedamaian.

Kemudian sejumlah pejabat mulai dari bupati, kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan, dan DPRD turut serta membubuhkan tanda tangan.

Dari ratusan pelajar yang ikut deklarasi damai tersebut yaitu Muhammad Amirudin Amrullah dari SMK Wisudha Karya Kudus.

Siswa kelas X tersebut sangat mendukung adanya deklarasi damai yang diikuti perwakilan siswa dari SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus.

Menurutnya dengan adanya deklarasi tersebut setidaknya tumbuh kesadaran untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak nekat melakukan aksi kekerasan misalnya tawuran.

“Dan saya menolak adanya kegiatan peristiwa yang kemarin terjadi karena sangat mencelakai dan merugikan masyarakat sekitar,” kata Amirudin.

Kepada sesame siswa SMA maupun SMK, Amirudin menitip pesan para pelajar di Kudus bisa tertib dalam merayakan kelulusan.

Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Batubara Terjun Bebas di Fly Over Kretek Paguyangan Brebes

Misalnya perayaan kelulusan bisa diganti dengan hal yang lebih bermanfaat.

“Misalnya seperti yang disampaikan Pak Sam (Bupati Kudus) kelulusan bisa dengan gotong royong membersihkan sampah dan lain sebagai untuk kegiatan positif lainnya,” kata Amirudin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang datang dan memberikan pesan langsung kepada siswa mengatakan, deklarasi kali ini merupakan inisiatif pihaknya berikut Forkopimda agar peristiwa tawuran yang sebelumnya terjadi di Kudus tidak kembali terulang.

“Kami bersama komitmen dan masyarakat ingin kondisi aman dan tertib semua.

Pesan saya kepada para pelajar tolong jangan ada euforia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved