Berita Kudus
Peluncuran Logo Hari Jadi ke-477 Kudus: Urup Nguripi
Kabupaten Kudus telah resmi meluncurkan logo hari jadi ke-477 berupa gambar yang menyerupai api menyala
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kabupaten Kudus telah resmi meluncurkan logo hari jadi ke-477 berupa gambar yang menyerupai api menyala. Logo itu didesain langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris sebagai bentuk dedikasi berikut kecintaannya dengan Kudus.
Meski hari jadi ke-477 Kudus masih jatuh pada 23 September 2026, logonya secara resmi telah diluncurkan di sela-sela Festival Tari Lajur Caping Kalo di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.
Logo tersebut merupakan mengandung deskripsi berikut narasi Kabupaten Kudus sebagai kabupaten dengan wilayah terkecil di Jawa Tengah yang memiliki kompleksitas.
Baca juga: Saat Endhah Istri Bupati Kudus Peragakan Tari Lajur Caping Kalo: Saya Grogi
Logo hari jadi ke-477 ini secara sekilas terlihat seperti kobaran api yang disangga oleh obor. Jika dilihat secara cermat, logo tersebut membentuk angka 477. Angka 4 tergambar pada kobaran apinya.
Sedangkan angka 77 tergambar pada obor yang menyangganya. Dengan mengusung tema urup nguripi yang secara harfiah bisa diartikan menyala dan menghidupi.
Dalam hal ini Sam’ani ingin menyampaikan pesan bahwa Kabupaten Kudus memiliki semangat tangguh yang terus menyala yang mampu memberikan kehidupan yang layak dan sejahtera bagi warganya.
Sementara dalam logo tersebut juga tersusun atas beberapa warna. Mulai dari hijau, biru, merah, dan oranye. Warna-warna itu menurut Sam’ani merupakan gambaran dari kebersamaan dan kesatuan di balik berbagai latar belakang warganya yang memiliki bermacam kepercayaan yang hidup dengan harmonis.
“Komposisi warna bentuk kebersamaan dan kesatuan harmonisasi semua kepercayaan perbedaan bersatu menghidupi masyarakat Kabupaten Kudus menuju masyarakat sejahtera,” kata Sam’ani.
Kemudian di balik kompleksitas logo hari jadi ke-477 ini, juga terkandung makna filosofi yang menyangkut warisan kearifan Kudus, yakni ukir gebyok khas Kudus.
Lekukan berikut gaya dalam logo tersebut terilhami dari ukir gebyok khas Kudus yang sangat kompleks. Untuk diketahui, ukir khas Kudus ini bisa dijumpai di sejumlah pengrajin di Desa Sidorekso Kaliwungu.
Masih banyak tersisa para pengukir yang setiap hari bergelut dengan kerajinan tangan yang sarat akan warisan leluhur. Untuk ukiran Kudus ini bisa dikenal lebih kompleks karena menyajikan karya tiga dimensi.
“Untuk itu, dengan adanya peluncuran logo ini kami berharap memang ada hikmah di baliknya dan penuh dengan harmonisasi bahwa urup itu nguripi,” kata Sam’ani. (Goz)
| Saat Endhah Istri Bupati Kudus Peragakan Tari Lajur Caping Kalo: Saya Grogi |
|
|---|
| Festival Tari Lajur Caping Kalo, Upaya Kenalkan Warisan Budaya Kudus |
|
|---|
| Kudus Jadi Pusat Pembinaan Sepak Bola Perempuan Usia Dini, Yayat: Ekosistem Sudah Tumbuh |
|
|---|
| Geger Kardus Misterius di GITJ Ploso Kudus, Tim Gegana Cek Ternyata Isinya Cuma Sayuran |
|
|---|
| 2 Lansia Meninggal Akibat Kebakaran di Kudus, Bupati Sam’ani Imbau Warga Aktifkan Siskamling |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260525_kudus.jpg)