Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Sosok Affe, Siswi SMAN 1 Pati yang Sukses Tembus 2 Universitas Papan Atas di Kanada

Impian Rafferty Ratri Clarimond untuk mengecap pendidikan di luar negeri kini bukan lagi sekadar angan setelah tembus ke universitas di Kanada.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Dok. Pribadi Affe
TUNJUKKAN SUREL - Rafferty Ratri Clarimond, siswi SMAN 1 Pati menunjukkan surel penerimaan dari universitas di Kanada. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Impian masa kecil Rafferty Ratri Clarimond untuk mengecap pendidikan di luar negeri kini bukan lagi sekadar angan. 

Gadis asal Dukuh Sekarkurung, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati ini berhasil menembus seleksi di dua universitas papan atas Kanada, yakni University of Toronto dan University of British Columbia (UBC).

Keberhasilan siswi SMAN 1 Pati yang akrab disapa Affe ini terbilang luar biasa. Pasalnya, kedua kampus tersebut dikenal memiliki standar seleksi yang sangat ketat di tingkat dunia. 

Baca juga: Siswa Asal Purwokerto Diterima di 10 Universitas Luar Negeri 

Di University of Toronto, ia diterima pada program studi Social Sciences, Faculty of Arts and Science.

Sementara di UBC ia diterima di prodi Geography, Faculty Arts and Science. 

Menariknya, sebelum pengumuman dari Kanada keluar, Affe sebenarnya sudah mengamankan satu kursi di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

"Pendaftarannya kampus luar negeri kebanyakan akhir tahun 2025 lalu, dan kemarin saya mencoba mendaftar jalur mandiri. Sebelumnya memang sudah lolos di program studi Geografi Lingkungan UGM jalur SNBP," kata Affe saat berbagi cerita dengan awak media, Kamis (4/6/2026).

Affe mengaku motivasinya untuk kuliah di belahan bumi utara itu didasari oleh ketertarikannya pada keragaman budaya dan sudut pandang akademis yang lebih luas. 

Baginya, Kanada menawarkan atmosfer multikultural yang kaya, di mana berbagai kelompok dengan latar belakang tradisi, bahasa, dan keyakinan yang berbeda bisa hidup berdampingan. Ia ingin mengeksplorasi hal-hal baru yang tidak didapatkan di dalam negeri.

Namun, perjalanan menuju bangku kuliah di luar negeri ini tidak instan.

Affe menceritakan bagaimana ia harus beradaptasi secara mandiri dengan sistem penerimaan mahasiswa baru di Kanada yang sempat membuatnya kebingungan. 

Proses pengisian berkas di platform web yang asing baginya menjadi tantangan tersendiri sebelum akhirnya surat elektronik (email) kelulusan itu tiba.

Saat ini, Affe tengah disibukkan dengan persiapan dokumen administrasi sembari menimbang pilihan kampus yang akan ia selami. 

Untuk menyokong langkahnya ke sana, ia juga sedang berjuang mengikuti seleksi administrasi Beasiswa Garuda gelombang kedua, sebuah program pendanaan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan LPDP.

Keberhasilan Affe tidak lepas dari lingkungan suportif di sekelilingnya. Selama bersekolah, remaja yang aktif di organisasi Palang Merah Remaja (PMR), Rohani Islam (Rohis), serta Forum Anak Kabupaten Pati (Foranti) ini selalu mendapat dukungan penuh dari orang tua dan pihak sekolah, terutama dalam pengurusan nilai rapor hingga surat rekomendasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved