Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Prabowo Pastikan Komitmen Investasi Besar di Sektor Pendidikan

Pemerintah kini menghemat anggaran agar dapat sungguh-sungguh meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan. 

Tayang:
Editor: Vito
Istimewa/Dok Sekretariat Presiden
BERI KETERANGAN - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai mengunjungi SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan komitmen untuk berinvestasi besar dan melakukan inovasi pembelajaran di sektor pendidikan demi mengejar ketertinggalan. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto seusai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Kamis (11/9). 

Ia menyebut, saat ini masih banyak terjadi kebocoran anggaran di sektor pendidikan, di tengah langkah pemerintah melakukan investasi besar di sektor itu. 

"Jadi kita ingin mengejar ketertinggalan, ketertinggalan. Kita sudah investasi sangat besar di pendidikan, tapi kita harus sadar, harus koreksi. Ya, kita akui mungkin belum efisien, masih banyak kebocoran," katanya. 

Menurut dia, pemerintah akan memperbaiki masalah-masalah yang pernah terjadi sebelumnya. Ia mencontohkan, pemerintah kini menghemat anggaran agar dapat sungguh-sungguh meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pendidikan. 

“Kita perbaiki yang sekarang. Sekarang kita all out, kita mau hemat, kita mau selamatkan sumber daya kita. Kita harus berantas korupsi. Sisa uang yang begitu banyak kita investasi di pendidikan,” bebernya. 

Prabowo menyebut, satu terobosan yang disiapkan adalah menyebar layar televisi cerdas atau smart TV ke sekolah-sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. 

Ia berujar, layar-layar itu dapat digunakan untuk menayangkan konten-konten berkait dengan pelajaran yang diajarkan di sekolah.

“Tahun ini kita harapkan 330.000 sekolah (termasuk sekolah rakyat) akan dapat. 10 November 2025, (nanti) 100.000 sekolah akan dapat, sekarang baru 10.000,” tuturnya.

“Tahun depan kita tambah satu sekolah tiga layar. Idealnya nanti satu kelas satu layar. Di situ pelajaran-pelajaran akan dihadirkan lewat konten terbaik, berupa animasi,” sambungnya. 

Dengan layar-layar cerdas tersebut, presiden mengungkapkan, pemerintah juga dapat menerapkan pendidikan jarak jauh yang menjangkau daerah-daerah terpencil di berbagai wilayah. 

“Kita bisa long distance education, tele education, untuk membantu daerah-daerah terluar terpencil. Termasuk juga daerah-daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, juga lokasi yang guru-gurunya kurang,” jelasnya. 

Dengan sistem pembelajaran itu, ia menyebut, konten pembelajaran bisa diakses 24 jam dan bisa disetel ulang di ponsel manapun jika para siswa ingin belajar. 

"Bisa diulangi, dan itu bisa juga diakses dari handphone. Semua konten bisa dari handphone. Guru pulang, dia (siswa-Red) bisa buka. Jadi kita interaktif. Teknologi akan membuat ini mampu kita laksanakan," tuturnya. 

Dia menambahkan, pemerintah akan menyeleksi guru-guru terbaik untuk terlibat dalam pendidikan jarak jauh tersebut. Harapannya, materi yang disampaikan oleh guru-guru tersebut dapat dipelajari berulang oleh siswa. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved