Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SKCK Palsu

VIRAL Curhat Warga Makassar Kena Tipu Bripka E, SKCK Seharga Rp100 Ribu Ternyata Palsu

Polrestabes Makassar mengungkap adanya dugaan penerbitan SKCK palsu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan seusai ada video viral di media sosial. 

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
SKCK PALSU - Ilustrasi Kantor Polrestabes Makassar. Belum lama ini media sosial digegerkan dengan dugaan adanya SKCK palsu yang melibatkan seorang oknum polisi di Makassar. 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR - Jagat media sosial digegerkan dengan viralnya video curhatan seorang warga Kota Makassar Sulawesi Selatan yang merasa ditipu oleh seorang oknum polisi.

Penipuan itu berkaitan dengan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

SKCK yang didapat seseorang berinisial SI ini ternyata palsu.

Baca juga: Polda Jateng Pastikan Pelayanan SKCK Optimal di Tengah Lonjakan Pemohon

Baca juga: Sosok Litao DPO Kasus Pembunuhan 11 Tahun Lalu Kini Jadi Anggota DPRD, SKCK Bisa Terbit

Padahal SI sudah membayar uang Rp100 ribu kepada oknum polisi tersebut.

Ini diketahuinya seusai dia mengunggah SKCK namun ditolak sistem sebagai syarat administrasi pengurusan PPPK Paruh Waktu.

Kini, pihak kepolisian pun masih mendalami kasus tersebut.

Termasuk juga telah mengintrograsi oknum polisi berinisial Bripka E, polisi aktif di Polrestabes Makassar.

Temuan SKCK palsu ini lantas menjadi viral di media sosial dan warganet pun meminta usut tuntas temuan tersebut.

Bripka E Diperiksa

Polisi mengungkap adanya dugaan penerbitan SKCK palsu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Oknum polisi berinisial Bripka E kini diperiksa terkait kasus ini.

Dia melibatkan seseorang berinisial HI yang diduga menawarkan jasa penerbitan SKCK melalui media sosial Facebook.

Bripka E diduga tergiur dengan tawaran HI yang mengklaim dapat menerbitkan SKCK dengan cepat.

Kasat Intelkam Polrestabes Makassar, Kompol Asdar mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya korban lain.

"Ternyata ada lagi berkembang masih ada korban yang lain."

"Sekira tiga orang dan saat ini masih didalami," ungkap Kompol Asdar seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (18/9/2025).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved