Tribun Jateng Hari Ini
Minta Maaf Banyak Kasus MBG, Istana Janji Perbaiki
Kejadian-kejadian itu akan menjadi evaluasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait lain.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi meminta maaf karena ada banyak kasus berkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk keracunan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
"Tentunya kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah," katanya, di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (19/9).
Menurut dia, pemerintah tidak pernah mengharapkan adanya kasus tersebut. "Yang tentu saja itu bukan sesuatu yang kami harapkan dan bukan sesuatu kesengajaan," ujarnya.
Ia memastikan, kejadian-kejadian itu akan menjadi evaluasi bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait lain.
"Tentu saja ini menjadi bahan evaluasi dan catatan. Kami telah berkoordinasi dengan BGN termasuk dengan pemerintah daerah," tuturnya.
Prasetyo juga meminta agar korban terdampak mendapat penanganan cepat. "Memastikan bahwa seluruh yang terdampak harus mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik-baiknya," ucapnya.
Ia juga menanggapi dugaan temuan dapur fiktif program MBG, menyusul tuduhan yang dikemukakan anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi dalam rapat dengan BGN pada Senin (15/9) lalu.
Prasetyo pun memastikan bakal melakukan pengecekan terhadap dugaan temuan itu. "Nanti coba kami cek dengan BGN," tukasnya.
Ia juga memastikan bakal memitigasi dan memberikan sanksi supaya masalah-masalah serupa tidak terulang kembali.
"Harus (ada sanksi). Dan sanksi kalau memang itu adalah faktor-faktor kesengajaan atau lalai dalam melaksanakan SOP, tentunya akan ada sanksi kepada SPPG yang dimaksud," tagsnya.
"Tetapi juga sanksi yang akan diterapkan jangan sampai mengganggu sisi operasional sehingga mengganggu penerima manfaat untuk tidak mendapatkan MBG ini," sambungnya.
Prasetyo Hadi juga menanggapi usulan agar orangtua diberi uang tunai untuk program MBG, yang diungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menyoroti kasus keracunan yang belakangan menimpa siswa-siswi penerima program MBG, dalam rapat dengan BGN pada Senin (15/9) lalu.
Ia menyebut, program MBG menampung banyak input dari berbagai pihak. Meski demikian, menurut dia, pemerintah dalam hal ini BGN mengambil usulan yang terbaik untuk dijalankan pada saat ini.
"Kalau ide kan dari dulu banyak ya, dan bukan berarti ide ini tidak baik, atau ini ide yang satu lebih baik, tidak. Tapi kemudian konsep yang sekarang dijalankan BGN, itulah yang dianggap oleh pemerintah, oleh BGN itulah yang terbaik untuk saat ini dikerjakan," jelasnya.
Selain itu, Prasetyo tak memungkiri hingga saat ini masih banyak catatan dalam implementasi program MBG. Sehingga, pihaknya berjanji bakal terus mengawal agar program tersebut berjalan dengan baik ke depan.
"Bahwa masih ada catatan-catatan, ya betul kami akui, dan akan kami terus berkomunikasikan untuk terus kami perbaiki," tandasnya. (Tribunnews/Igman Ibrahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250825_mbg.jpg)