Tribun Jateng Hari Ini
Kami Khawatir Menu MBG Besok Hanya Gethuk Goreng
Masyarakat di Cilongok, Banyumas mengeluhkan soal menu MBG tak layak yang dibagikan kepada siswa hanya berupa kacang rebus, tanpa lauk tambahan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah di sejumlah daerah di Jateng terus menuai kritik.
Terbaru, kritik itu muncul dari masyarakat di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang mengeluhkan soal menu yang tak layak.
Polemik soal kualitas menu MBG itu mencuat usai sebuah unggahan viral di media sosial Facebook Seputar Cilongok. Dalam unggahan tersebut, warganet mengeluhkan makanan yang dibagikan kepada siswa hanya berupa kacang rebus, tanpa lauk tambahan.
"Kami khawatir kalau hari ini kacang rebus, besok-besok malah hanya dikasih gethuk goreng. Padahal program ini tujuannya mulia untuk memberikan makanan bergizi bagi masyarakat kurang," tulis akun Seputar Cilongok.
Akibat kritik itu, satu dapur penyedia MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Gunung Lurah, untuk sementara dihentikan operasionalnya per Jumat (19/9).
Keputusan itu merupakan hasil mediasi antara pihak penyedia program dengan unsur pemerintahan dan aparat setempat.
Mediasi diikuti oleh Kepala SPPG, Kepala Desa Gunung Lurah, Kapolsek Cilongok, Danramil Cilongok, pihak yayasan, dan mitra penyedia.
Kesepakatan bersama diambil agar operasional dapur dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang disajikan.
Informasi penghentian SPPG itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono.
"Pelaksanaan program MBG di SPPG Gunung Lurah diliburkan sementara sebagai bentuk evaluasi dan upaya peningkatan kualitas menu," ujar Taryono.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan tidak memiliki kewenangan penuh terhadap program MBG karena hanya berperan sebagai penerima manfaat. Sementara, seluruh proses perizinan, evaluasi, dan pemberian sanksi berada di bawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN).
"Semua perizinan ada di BGN. Dindik hanya penerima manfaat. Tugas kami hanya melaporkan apabila ada masalah di lapangan," jelasnya.
Taryono berharap, perbaikan kualitas menu dapat segera dilakukan agar pelayanan program MBG kembali berjalan sesuai harapan.
"Mudah-mudahan minggu depan sudah ada perbaikan. Kita tunggu dan awasi bersama," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Luky Ayu Parwatiningsih, Kepala SPPG Brobahan, sekaligus satu penanggung jawab program MBG di Banyumas, memastikan pihaknya telah melakukan langkah-langkah korektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250919_mbg-2.jpg)